comscore

Profesi Agen Asuransi Jiwa Bisa Jadi Peluang Karier Menjanjikan

Ade Hapsari Lestarini - 28 Juni 2022 16:45 WIB
Profesi Agen Asuransi Jiwa Bisa Jadi Peluang Karier Menjanjikan
Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Jakarta: Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pada kuartal I-2022 jumlah agen asuransi jiwa atau tenaga pemasar lebih dari 600 ribu orang. Sebesar 90 persen lebih dari total tenaga pemasar tersebut berasal dari saluran keagenan. Hal ini menunjukkan penetrasi asuransi jiwa sangat bertumpu pada agen.

Terkait hal tersebut, Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu menilai keanggotaan Million Dollar Round Table (MDRT) Indonesia akan meningkat karena asosiasi akan terus mendorong pertumbuhan anggota MDRT Indonesia untuk sejalan dengan pertumbuhan jumlah agen asuransi jiwa.
Dengan adanya MDRT, diharapkan profesi agen semakin dikenal oleh masyarakat luas. Saat ini, semakin banyak orang menekuni profesi sebagai agen asuransi jiwa, tidak terkecuali anak muda atau kalangan milenial.

"Agen asuransi jiwa sudah mulai dicari oleh masyarakat sebagai pendamping dalam memberikan edukasi tentang perencanaan keuangan keluarga serta dilirik sebagai peluang karier yang menjanjikan," ungkap dia dalam sesi konferensi pers MDRT Day Indonesia 2022, Selasa, 28 Juni 2022.

AAJI mengingatkan seluruh tenaga pemasar untuk tidak melakukan pembajakan agen/poaching, twisting, mis-selling dan praktik-praktik penjualan yang melanggar etika. "Rekrut lah tenaga-tenaga pemasar baru dari luar industri agar profesi ini semakin dikenal luas," ujar Togar.

Agen asuransi jiwa dongkrak kesadaran berasuransi

AAJI optimistis semakin banyak jumlah agen asuransi jiwa di Indonesia akan mendongkrak tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi sebagai perlindungan jangka panjang. Terbukti berdasarkan Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa pada kuartal I-2022, total keseluruhan polis meningkat 17,4 persen sebesar 20,87 juta polis.

Sementara, jumlah tertanggung bertambah lebih dari 11 juta orang atau tumbuh sebesar 18,1 persen. Hasil ini menjadikan industri asuransi jiwa secara keseluruhan memberikan perlindungan kepada 75,45 juta orang dengan total uang pertanggungan Rp4.245,01 triliun.

AAJI juga mencatat pendapatan premi sebesar Rp48,99 triliun. Secara lebih rinci, pendapatan premi reguler (weighted) mendominasi 91,6 persen total pendapatan premi yang menunjukan shifting preferensi unsur proteksi dari produk asuransi jiwa.
 
Baca juga: Total Investasi Asuransi Jiwa Tembus Rp530,71 Triliun di 2021

Tak hanya itu, pendapatan premi pada lini bisnis asuransi jiwa syariah menunjukkan tren peningkatan. Pendapatan premi unit usaha syariah tumbuh 18,2 persen yang menunjukkan peningkatan minat masyarakat untuk memiliki asuransi syariah yang mengedepankan prinsip tolong menolong dan saling melindungi antar nasabah.

Togar menjelaskan, masyarakat Indonesia semakin sadar akan pentingnya fungsi proteksi yang diberikan oleh industri asuransi jiwa yang terlihat dari perolehan premi regular yang mendominasi total pendapatan premi dan adanya peningkatan jumlah tertanggung.

"Dominasi pendapatan premi regular dan peningkatan jumlah tertanggung mengindikasikan semakin banyak masyarakat Indonesia khususnya dari middle dan low income yang menyadari pentingnya asuransi jiwa sebagai proteksi. Kami optimistis sejalan dengan upaya pemulihan ekonomi nasional, daya beli masyarakat juga dapat kembali pulih, sehingga Industri dapat memberikan manfaat perlindungan yang lebih optimal kepada masyarakat Indonesia," jelas Togar.

MDRT Indonesia 2022

Oleh karena itu, hal tersebut mendasari MDRT Indonesia 2022 diselenggarakan dengan konsep hybrid event (offline dan online) bertema Together We Rise yang akan diselenggarakan pada 28 Juli 2022.

Tahun ini MDRT DAY Indonesia pertama kali dilaksanakan secara hybrid setelah masa pandemi dengan menghadirkan banyak pembicara nasional maupun internasional yang merupakan pakar dan praktisi yang telah dikurasi secara khusus.

MDRT Day Indonesia merupakan kegiatan seminar yang inspiratif dan selalu dinantikan oleh agen asuransi jiwa yang ingin berkembang menjadi agen bertaraf Internasional. Seminar yang digelar setiap tahun ini bertujuan untuk terus mendorong profesionalisme agen asuransi melalui peningkatan kompetensi, yang tidak hanya berdampak pada produktivitas tetapi juga yang lebih mendasar adalah kapasitas agen asuransi sebagai financial planner yang andal di sektor asuransi dan dapat bersaing sebagai advisor di pasar keuangan global.

Setiap tahun jumlah anggota MDRT di Indonesia terus bertumbuh seiring dengan makin meningkatnya kesadaran para agen asuransi untuk terus meningkatkan kompetensinya sebagai advisor keuangan. Di tengah kondisi pandemi jumlah anggota MDRT Indonesia mengalami peningkatan. Saat ini jumlah anggota MDRT Indonesia mencapai 2.643 anggota untuk 2022.

"Tentu jumlah ini tidak sebanding dengan jumlah agen asuransi jiwa yang saat ini mencapai lebih dari 600 ribu agen tersertifikasi," ungkap Country Chair MDRT Indonesia Dedy Setio, dalam kesempatan yang sama.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id