Perdana, PGN Salurkan Gas Pipa ke Industri Kopi di Jateng

    Suci Sedya Utami - 10 Juni 2021 16:05 WIB
    Perdana, PGN Salurkan Gas Pipa ke Industri Kopi di Jateng
    Ilustrasi jaringan gas PGN. Foto: dok.MI



    Semarang: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) bakal menyalurkan gas bumi ke PT Aroma Kopikrim Indonesia, menyusul penandatanganan dokumen penyaluran antara kedua belah pihak.

    Gas yang akan disalurkan untuk Aroma Kopi akan dialirkan melalui pipa distribusi dengan volume gas sampai sekitar 2,5 billion british thermal unit per day (BBTUD). PT Aroma Kopi merupakan industri yang bergerak di bidang pembuatan kopi instan, non-dairy cream, dan foamer.

     



    Pengaliran ini merupakan perdana bagi PGN dalam menyalurkan gas pipa di Jawa Tengah yang sumber gasnya langsung dari sumur gas yakni Lapangan Kepodang. Selama ini, gas bumi di Jawa Tengah yang sudah disalurkan menggunakan moda nonpipa yakni CNG seperti di PRS Tambak Aji.

    "Pemenuhan gas pipa untuk Aroma Kopi dapat dilakukan dengan diselesaikannya Pipa Jumper Tambak Lorok. Karena dengan pipa jumper tersebut, penyaluran gas dari Lapangan Kepodang bisa lebih fleksibel untuk pelanggan komersial industri," kata Direktur Sales dan Operasi PGN, Faris Aziz, dalam keterangan resmi, Kamis, 10 Juni 2021.

    Faris berharap manfaat lebih dari gas bumi dapat menunjang optimasi produksi PT Aroma Kopi dan menurunkan biaya produksi dan efisiensi, sehingga dapat meningkatkan daya saing produk Aroma Kopi. Pemenuhan gas ke Aroma Kopi pun menjadi bentuk keseriusan PGN untuk memajukan Jawa Tengah melalui utilisasi gas bumi yang ke depannya akan terus dikembangkan.

    "PGN bersama Pertagas Niaga sebagai bagian dari Subholding Gas juga akan memanfaatkan mother station untuk memenuhi retail di Jawa Tengah sebesar 3 (tiga) BBTUD. Di mother station, gas akan dikompres menjadi CNG dan disalurkan dengan moda non pipa supaya bisa menjangkau pelanggan-pelanggan baru yang belum tersambung dengan pipa gas," imbuh Faris.

    PGN juga berencana untuk mengembangkan pasar di jalur Demak-Semarang-Kendal-Batang dengan moda pipa maupun nonpipa. Potensi gas pada pengembangan pasar jalur Demak-Semarang-Kendal-Batang diestimasikan sebesar 11-19 BBTUD pada 2023-2024 dan akan terus berkembang di sektor produksi kaca, food and beverages, tekstil, elektronik, dan lain-lain.

    Sektor industri memiliki porsi penyerapan gas bumi yang cukup besar dan menjadi salah satu program prioritas PGN. Pemanfaatan gas bumi yang besar itulah, harapannya dapat memberikan dampak positif yang besar pula terhadap peningkatan ekonomi.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id