Capaian Pos Indonesia:

    Dalam 7 Hari, 78,89% Bantuan Sosial Tunai Disalurkan di Seluruh Daerah

    Rosa Anggreati - 01 Agustus 2021 13:51 WIB
    Dalam 7 Hari, 78,89% Bantuan Sosial Tunai Disalurkan di Seluruh Daerah
    Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Faizal Rochmad Djoemadi (Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)



    Jakarta: Pandemi covid-19 masih melanda negeri dan bahkan mengalami rekor lonjakan pada pasien positif covid-19 berikut korban jiwa karena terpapar virus corona. Pemerintah merespons dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

    Pemerintah menarik rem darurat. Pemberian vaksin terus digencarkan sebagai usaha membentuk herd immunity, dan paralael pemerintah juga berupa keras memulihkan ekonomi negara yang terdampak penyebaran virus Corona ini.
     
    Pemerintah menjalankan program Jaring Pengaman Sosial sebagai wujud hadirnya negara dan perhatian pemerintah pada kesulitan yang dialami warga. Salah satu bentuk Jaring Pengaman Sosial yang dilakukan pemerintah adalah pemberian Bantuan Sosial Tunai (BST), yang disalurkan Kementerian Sosial (Kemensos) melalui PT Pos Indonesia (persero). Kegiatan ini telah dilaksanakan sejak awal 2021. Kementerian Sosial mulai menyalurkan BST melalui Pos Indonesia dengan target 10 juta KPM, yang berakhir pada bulan April lalu.
     
    Pemerintah kembali menjalankan program jaring pengaman sosial dengan menyaluran BST dan menjalankan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat (PPKM level-4), di awal Juli 2021 akibat badai gelombang kedua pandemi covid-19. Penyaluran BST mau tidak mau harus dilakukan di tengah situasi PPKM Darurat yang diberlakukan di Pulau Jawa dan Bali.
     
    PT Pos indonesia kembali digandeng untuk menyalurkan BST secara serentak di Indonesia. Seperti yang sudah dijalankan sebelumnya, BST ditargetkan untuk diberikan kepada 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dan kali ini total anggarannya adalah Rp12 triliun. BST diberikan kepada PKM sebesar Rp600 ribu, yang diperuntukkan bulan Mei dan Juni, atau penyaluran tahap 14 dan 15 yang diberikan sekaligus.
     
    Setelah diawali penyaluran BST pada 18 Juli 2021, Pos Indonesia tidak mengendorkan distribusi BST, alih-alih semakin tancap gas mengejar target penyaluran. Layar terkembang, pantang surut ke belakang. Target di depan mata harus dikerjakan.

     



    Dalam 7 Hari, 78,89% Bantuan Sosial Tunai Disalurkan di Seluruh Daerah
    (Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)

    Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Faizal Rochmad Djoemadi yakin Pos Indonesia dapat merealisasikan target penyaluran BST. Seluruh punggawa pos se-Indonesia, yang berjumlah tidak kurang dari 21 ribu pegawai, siap menyalurkan program BST.
     
    “Karena kami sudah berpengalaman setahun lebih jadi kami terus tingkatkan cara penyalurannya. Teman-teman di lapangan semakin tahu lokasinya (KPM), di mana rumahnya, dan mana yang bisa disalurkan melalui komunitas,” kata Faizal.
     


    Realisasi Penyaluran BST Capai 78% dalam 10 Hari

     

    Penyaluran BST pada masa PPKM level-4 ini, lanjut alumnus ITS ini, Pos Indonesia menyalurkannya BST secara bertahap, petugas lapangan juga diperbanyak, dan waktu hari kerja juga bertambah. Para juru bayar Pos Indonesia tetap turun menyalurkan BST pada hari Sabtu dan Minggu, dan bahkan di hari raya.

    Belum lagi, dilakukan rekrutmen juru bayar untuk mengakselerasi ngebutnya Pos Indoensia menyalurkan BST. Tak ayal, realisasi penyaluran BST per akhir Juli 2021 yang terpampang di dashboard Pos Indonesia lebih cepat dari target 30 hari sejak dimulai penyaluran BST.
     
    “Progres penyaluran bantuan sosial tunai atau BST oleh PT Pos Indonesia Persero sudah mencapai 78 persen hingga akhir Juli 2021. Sebanyak 7,6 juta keluarga penerima manfaat (KPM) telah menerima BST dari total alokasi 9,6 juta KPM,” kata Faizal, ketika diwawancara melalui telepon.
     
    Orang nomor satu di Pos Indonesia yang sebelumnya menjabat direktur di PT Telkom Indonesia ini, semakin yakin bisa menuntaskan amanah dari pemerintah untuk menyalurkan BST.
     
    “Pos Indonesia mampu mendistribusikan BST ke seluruh wilayah Indonesia dalam 10 hari. Hal ini menjadi bukti Pos Indonesia mampu mengemban tugas yang diamanatkan oleh pemerintah dalam membantu masyarakat terdampak pandemi covid-19. Hal ini berkat pengalaman yang sudah diperoleh sejak tahun lalu, sehingga Pos Indonesia belajar dari berbagai kekurangan yang terjadi pada tahun sebelumnya," ujarnya.

    Dalam 7 Hari, 78,89% Bantuan Sosial Tunai Disalurkan di Seluruh Daerah
    (Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)


    Target yang disematkan dari Kemensos sebanyak 10 juta KPM. Kalau belum sampai 10 juta, kata Faizal, memang masih ada pengolahan data yang belum selesai dari Kemensos, di mana  data KPM penerima BST dari Kementerian Sosial (Kemensos) sebanyak 9,6 juta KPM.
     
    Dalam hal validitas data KPM, Pos Indonesia melakukan pembaruan data secara berkala kepada Kemensos.
     
    Menyadari keterbatasan mobilitas masyarakat, Pos Indonesia menyalurkan BST secara antaran langsung ke rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau door to door. Mekanisme ini dianggap efektif untuk mencegah kerumunan saat pembagian BST dan KPM tidak perlu keluar rumah, sehingga dapat menekan penyebaran covid-19.
     
    Hingga Sabtu, 31 Juli 2021, atau 10 hari setelah mulai penyaluran serentak, wilayah DKI Jakarta menempati urutan pertama realisasi penyaluran BST, yaitu sebanyak 95 persen. Dari alokasi yang ditetapkan sebanyak 778.598 KPM, telah terealisasikan atau tersalurkan kepada 735.737 KPM di DKI Jakarta. Secara keseluruhan persentase penyaluran BST gabungan dari tiga wilayah adalah 78,89 persen yang masuk di dashboard Kemensos (data selalu terbarukan/update setiap pukul 07.00 WIB).

    Capaian ini menjadi momentum kinerja Pos Indonesia walau terkendala beberapa hal akibat penerapan PPKM.
     
    BST selain menjadi penolong warga untuk mempertahankan hidup juga menghidupkan roda perekonomian karena bergeraknya uang di tengah masyarakat di berbagai pelosok daerah. Dengan beredarnya uang di tengah masyarakat, maka perekonomian dapat bergeliat atau terstimulasi baik mikro maupun makro, serta memompa pemulihan ekonomi nasional.

    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id