PLN: Insentif Listrik Demi Dukung Masyarakat Beraktivitas dari Rumah

    Suci Sedya Utami - 31 Maret 2020 20:13 WIB
    PLN: Insentif Listrik Demi Dukung Masyarakat Beraktivitas dari Rumah
    Insentif listrik dari PLN diharapkan dapat mendukung aktivitas msyarakat selama social distancing. Foto: MI/Mohammad Irfan
    Jakarta: PT PLN (Persero) berharap insentif dalam bentuk pembebasan dan diskon tarif listrik diharapkan bisa menjadi dukungan bagi masyarakat untuk beraktivitas dari rumah selama masa penanganan wabah korona.

    Direktur Utama PLN Zulkifli Aini mengatakan adanya kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi global covid-19 yang mengakibatkan lesunya perekonomian. Program pembebasan tagihan dan keringanan pembayaran tersebut dimaksudkan untuk melindungi masyakarat yang paling terdampak pandemi.

    “Saat ini masyarakat diimbau untuk tetap di rumah. Berkegiatan di rumah. Tujuannya untuk mencegah penularan yang makin luas. Pembebasan dan diskon tarif listrik ini diharapkan dapat mendukung hal tersebut. Jadi masyarakat, khususnya yang tidak mampu, tidak harus khawatir dalam menggunakan listrik selama musim yang sulit ini,” kata Zulkifli dalam keterangan resmi, Selasa, 31 Maret 2020.

    Vice President Public Relation PLN Dwi Suryo Abdullah mengatakan di tengah kondisi saat ini, yang terpentig yakni membantu masyarakat terdampak terutama yang tidak mampu agar tetap bisa menikmati listrik melalui keringanan yang diberikan.

    "Semoga penangguhan dan diskon ini juga dapat mendukung masyarakat untk tetap beraktivitas di rumah masing-masing sehingga penyebaran virus korona dapat dihambat atau berkurang signifikan," ucap Dwi.

    Lebih lanjut Dwi menambahkan saat ini fokus PLN yakni memberikan pelayanan listrik semaksimal mungkin pada masyarakat. Sehingga kebutuhan listrik di masyarakat dapat terpenuhi dengan andal.

    Presiden Joko Widodo sebelumnya mengumumkan pembebasan biaya atau tagihan listrik sebagai bentuk insentif atau kompensasi dari pemerintah terhadap kebijakan pembatasan sosial skala besar yang diterapkan pemerintah untuk mencegah penularan wabah korona lebih masif.

    Pembebasan biaya listrik diberikan selama tiga bulan yakni April, Mei, dan Juni pada 24 juta pelanggan golongan 450 volt amphere (VA). Artinya pemerintah akan menanggung tagihan listrik untuk golongan tersebut.

    Selain menggratiskan tagihan untuk golongan 450 VA, Pemerintah, kata Jokowi, juga memberikan diskon atau potongan harga tarif listrik sebesar 50 persen bagi tujuh juta pelanggan golongan 900 VA bersubsidi. Artinya golongan tersebut hanya membayar separuh tagihan listrik untuk April, Mei, dan Juni.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id