Kebut Proyek Pipa Minyak Rokan, PGN Hemat Rp2,1 Triliun

    Suci Sedya Utami - 14 September 2020 12:49 WIB
    Kebut Proyek Pipa Minyak Rokan, PGN Hemat Rp2,1 Triliun
    Ilustrasi. Foto: AFP



    Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui PT Pertamina Gas (Pertagas) berkomitmen untuk mengawal dan menyelesaikan pembangunan pipa minyak  Blok Rokan sesuai target waktu yang telah ditentukan. Hal ini dalam rangka mendukung upaya efisiensi program strategis nasional dan holding migas.

    Proyek ini dibangun untuk mendukung program strategis nasional dalam rangka menjaga ketahanan produksi energi setelah alih kelola Blok Rokan Hulu dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) ke PT Pertamina (Persero) pada 2021.






    Direktur Utama PGN Suko Hartono mengatakan efisiensi proyek ini mencapai USD150 juta atau setara Rp2,1 triliun. Pada awalnya, nilai belanja modal (capex) proyek strategis ini mencapai USD450 juta, namun bisa dioptimalisasikan efisiensinya menjadi USD300 juta.

    Efisiensi biaya ini diperoleh dari optimasi tahapan penetapan Final Investment Decision (FID) dan proses procurement. Hal ini merupakan upaya bersama dewan pengawas dan manajemen PGN dalam mengawal proyek pipanisasi minyak Blok Rokan agar dapat berjalan efektif dan efisien di tengah tantangan ekonomi global dan pandemi.

    "Pertagas telah melaksanakan first welding atau pengelasan perdana minggu lalu sebagai langkah awal dalam percepatan penyelesaian tahapan konstruksi," tutur Suko dalam keterangan resmi, Senin, 14 September 2020.

    Pada sisi pelaksanaan konstruksi, PGN Solution (PGASOL) selaku anak perusahaan PGN dan PT Pertamina Patra Drilling Contractor (PDC) berkolaborasi mengoptimalisasi utilisasi fasilitas existing yang sudah ada di sana. Dengan demikian, melalui sinergi berkelanjutan dalam keluarga besar holding migas ini dapat memberikan manfaat dan optimisme dalam menekan biaya operasional dan investasi proyek pipa minyak Rokan.

    Selain itu, upaya sinergi BUMN juga ditunjukkan dengan menggandeng PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dalam pengadaan material pipa minyak Blok Rokan. Sinergi ini menciptakan efisiensi melalui pemanfaatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang bisa menghemat biaya pengadaan material sebesar 16 persen.

    Upaya efisiensi juga ditunjukkan dengan menggandeng sumber daya manusia (SDM) lokal agar bisa menggerakkan potensi daerah dan menciptakan multiplier effect secara ekonomi melalui pembangunan proyek Rokan bagi wilayah dan masyarakat sekitar.

    Lebih lanjut, Suko menambahkan dengan panjang kurang lebih 367 KM, pipa minyak Rokan dengan ukuran 4"-24" akan melintas di lima Kabupaten-Kota di Provinsi Riau, Dumai, Bengkalis, Siak, Kampar, dan Rokan Hilir. Pipa ini berpotensi mengangkut minyak diperkirakan kurang lebih 200 ribu-265 ribu barel per hari (bph).

    "Setelah dilakukan koordinasi dengan Pertamina Hulu Rokan (PHR), direncanakan akan dilakukan commissioning partial Blok Utara terlebih dahulu pada kuartal ketiga 2021, yaitu Koridor Balam-Bangko-Dumai. Kemudian disusul Blok Selatan yakni Minas-Duri yang ditargetkan on stream pada triwulan I-2022," pungkas Suko.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id