Kementan Buka Peluang Kolaborasi Kembangkan Antivirus Covid-19

    Ilham wibowo - 12 Mei 2020 14:25 WIB
    Kementan Buka Peluang Kolaborasi Kembangkan Antivirus Covid-19
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id
    Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) akan membuka kesempatan bagi pihak yang ingin ikut serta di pengembangan inovasi antivirus covid-19. Saat ini Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) fokus pada implementasi penelitian potensi eucalyptus.

    Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry mengatakan bahwa pihaknya telah membuat prototipe inovasi antivirus berbasis eucalyptus berbentuk inhaler, roll on, kalung dan balsem yang secara ilmiah mampu mengatasi virus beta corona dan gamma corona. Kandungan senyawa aktif 1,8-cineole yang telah diteliti juga ditargetkan bekerja sebagai penawar covid-19.

    "Kedepan kami akan buka kerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) dan para ilmuan di perguruan tinggi untuk uji lebih lanjut," kata Fadjri kepada Medcom.id, Selasa, 12 Mei 2020.  

    Fadjri mengakui banyak kalangan yang kaget dengan peluncuran prototipe eucalyptus yang sebelumnya telah diluncurkan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Masyarakat, kata Fadjri, masih perlu mendapatkan pemahaman bahwa virus korona tetap bisa diatasi tanpa perlu menantikan vaksin.

    "Saya juga ditanya apakah ini terburu-buru? Tidak, karena inovasi eucalyptus ada basis ilmiahnya. Kalau yang kemarin empon-empon belum ada data ilmiahnya, kami juga sudah uji potensi jahe, jambu biji yang memang bagus untuk proses memperbaiki imunitas tapi tidak langsung bekerja ke virusnya," paparnya.

    Fadjri memaparkan pada temuan terbaru, covid-19 merupakan virus korona yang bisa mengalami mutasi berbeda dan replikasi yang cepat setelah masuk ke tubuh manusia. Sehingga kemunculan vaksin yang tepat bagi manusia di tiap negara membutuhkan waktu yang cukup lama.

    Semenatara dalam inovasi antivirus berbasis eucalyptus, lanjut dia, bisa diaplikasikan dengan cara dihidu 5 sampai 10 menit untuk membunuh virus influenza, beta corona dan gamma corona sebanyak 80-100 persen.

    Virologi Balitbangtan juga mengincar cara kerja covid-19 menggunakan molekular docking atau simulasi di komputer dan uji sampel di laboratorium yang mengantongi sertifikat level keselamatan biologi (Biosavety) Level 3 (BSL3) milik Balai Besar Penelitian Veteriner.

    Hasil telusur ilmiah serta riset daya antivirus pada eucalyptus tersebut disimpulkan bisa membantu pencegahan covid-19 melalui mekanisme Mpro. Mpro merupakan main protease (3CLPro) yang menjadi target potensial dalam penghambatan replikasi beragam jenis virus korona.

    "Banyak kalangan saat ini harus terpaku terhadap uji klinis yang banyak tahap, harus uji laboratorium uji ini dan sebagainya, itu terlalu panjang. Kalau itu buat vaksin oke, ini (inovasi eucalyptus) bukan vaksin tapi tipikal seperti orang biasa menggunakan minyak kayu putih turun temurun, tidak ada uji klinis terkait itu," ungkapnya.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id