Pandemi Covid-19 Jadi Momentum untuk Perkuat UMKM

    Antara - 05 Juli 2020 10:00 WIB
    Pandemi Covid-19 Jadi Momentum untuk Perkuat UMKM
    UMKM. Foto : MI/Adam.
    Depok: Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) Jose Rizal mengatakan adanya pandemi covid-19 bisa jadi momentum reorientasi kebijakan perekonomian Indonesia.

    "Pandemi covid-19 telah menimbulkan disrupsi pada skala global setidaknya pada empat pilar, yakni disrupsi kemanusiaan (kesehatan, keamanan dan ibadah keagamaan), rantai pasok, produksi, konsumsi dan segera nampak krisis keuangan dunia," kata Jose Rizal dalam acara penyaluran Bantuan Presiden kerjasama Kemensos dan Asprindo di Gedung Graha Insan Cita Depok dikutip dari Antara, Minggu, 5 Juli 2020.

    Dampaknya lanjut Jose, pertumbuhan ekonomi dunia mengalami penurunan seperti yang diperkirakan oleh JP Morgan pertumbuhan ekonomi dunia minus 1,1 persen persen serta IMF memproyeksi pertumbuhan ekonomi minus 3 persen.

    "Kecepatan globalisasi yang telah berlangsung selama kurang lebih dua puluh lima tahun terakhir telah menyebabkan sebagian besar penduduk dunia jauh tertinggal," jelasnya.

    Jose juga mengatakan bahwa ketimpangan global terjadi, dengan 20 persen penduduk menikmati 83 persen ekonomi dunia sedangkan lapisan penduduk termiskin hanya mendapatkan satu persen.

    "Organisasi nirlaba dari Inggris, Oxfam mencatat bahwa pada 2019, 2.153 orang paling kaya di dunia yang umumnya ada di negara-negara kaya lebih besar kekayaannya dibanding 60 persen penduduk dunia paling miskin yang umumnya ada di negara-negara miskin.

    Sementara, di Indonesia sendiri menurut Credit Suisse (2018), satu persen orang terkaya menguasai 46,6 persen kekayaan nasional dan 10 persen orang terkaya menguasai 75,3 persen kekayaan nasional," ujarnya.

    Ketimpangan ini dipastikan akan tetap berlangsung jika negara tidak melakukan intervensi dan koreksi secara terstruktur atas perekonomian nasional.

    "Tanpa intervensi, pelaku ekonomi di level UMKM, tidak akan pernah naik kelas. Yang kaya akan tetap kaya, dan yang miskin akan tetap miskin. Kondisi ini lebih diperburuk dengan pandemi covid-19, pelaku UMKM menjadi pihak yang paling depan dan paling rentan terdampak penurunan atau hilangnya lahan usaha dan mata pencaharian," tegasnya.

    Ketum Asprindo menyebut bahwa dalam beberapa kiris ekonomi yang terjadi di Indonesia, meskipun UMKM menjadi pihak yang paling terdampak, namun UMKM sekaligus menjadi jaring pengaman.

    "Ini mungkin seperti paradoks. Tapi logika ini sederhana. UMKM sangat lentur merespons krisis. UMKM yang rontok selama krisis, akan kembali menggeliat jika diberi stimulus. Dan karena skala ekonomi yang begitu kecil, pengaruhnya terhadap makro ekonomi nasional tidak signifikan, namun berpengaruh di tingkat mikro," jelasnya.

    Kondisi ini tentu sangat berbeda jika usaha besar mengalami gulung tikar dan meninggalkan persoalan pengangguran dengan segala kerumitannya.

    "Ke depan, pasca pandemi, kita mungkin akan menyaksikan arus de-globalisasi sebagai koreksi terhadap proses globalisasi yang mengandung ketidakadilan dalam hubungan negara-negara maju terhadap negara-negara berkembang maupun antar golongan kaya dan miskin di internal negara-negara," katanya.

    Oleh karena itu, ide de-globalisasi merupakan kebutuhan dari setiap negara untuk memperbaiki format pembangunan yang lebih berkeadilan.

    "Dalam skala Keindonesiaan, kita membutuhkan reorientasi perekonomian domestik yang memberi perhatian dan porsi memadai terhadap pengusaha di level UMKM," terangnya.

    Jika pondasi pengusaha UMKM kuat, maka perekonomian nasional tidak akan mengalami guncangan hebat setiap kali terjadi krisis, mengingat bahwa UMKM pada dasarnya lebih mengedepankan human investment ketimbang artificial consumption sebagaimana perusahaan-perusahaan multinational company.

    "Karena itu, pada kesempatan ini, melalui Kementerian Koperasi dan UMKM, kami sangat mengharapkan agar momentum pandemi covid-19 ini dapat benar-benar digunakan untuk melakukan reorientasi kebijakan perekonomian kita dengan menguatkan pondasi UMKM. Untuk itu stimulus ekonomi dari pemerintah menjadi sesuatu yang tidak bisa ditawar," jelasnya.

    Dia menambahkan bahwa Asprindo siap untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam melakukan pembinaan, pendampingan dan penguatan UMKM.


    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id