Dahlan Iskan: Hanya Empat Sektor BUMN yang Boleh Disuntik PMN

    Husen Miftahudin - 18 Mei 2020 21:48 WIB
    Dahlan Iskan: Hanya Empat Sektor BUMN yang Boleh Disuntik PMN
    Ilustrasi. Foto : MI/Ramdani.
    Jakarta: Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyebutkan hanya ada empat sektor BUMN yang perlu mendapatkan penyertaan modal negara (PMN). Keempatnya yakni ketahanan persenjataan, ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan moneter.

    "Misalnya ketahanan persenjataan, sudah jelas. Karena itu coba seluruh BUMN mengintropeksi diri, saya masuk ke pertahanan persenjataan atau tidak. Maka jelas siapa saja yang masuk ke pertahanan persenjataan," ujar Dahlan dalam sebuah diskusi daring di Jakarta, Senin, 18 Mei 2020.

    Menurutnya, perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang persenjataan tidak ditujukan untuk meraup laba. Mereka, sebut Dahlan, tidak berorientasi bisnis karena sektor persenjataan tidak memiliki keuntungan.

    Kemudian ketahanan pangan. Sektor ini paling diandalkan negara dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Tujuannya, agar BUMN yang membidangi sektor ini bisa menstabilisasi harga-harga bahan pokok.

    "Nah ini siapa sekarang BUMN yang masuk dalam ketahanan pangan ini yang begitu pentingnya? Tidak ada. Tidak ada dalam pengertian yang bisa sampai sekelas BNI saja tidak ada, lemah semua," ketusnya.

    Lalu ketahanan di bidang energi. Dalam hal ini Dahlan mengakui perusahaan-perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang energi dalam kondisi prima. Di antaranya PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, dan PT PLN (Persero).

    "Sudah ada Pertamina, PLN, dan PGN yang nanti diintegrasikan ke Pertamina. Ini sudah oke, tinggal bagaimana menyehatkannya," ucap Dahlan.

    Terakhir ketahanan di bidang moneter yang dalam hal ini kaitannya dengan perbankan. Dahlan bilang, perbankan BUMN saat ini kondisinya sudah sangat baik. Bahkan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) itu mampu berbuat banyak dalam pemulihan ekonomi nasional dari tekanan covid-19.

    "Bank-bank BUMN memiliki peranan terbesar (memulihkan perekonomian nasional) dengan cara bagaimana kredit-kredit di-reschedule. Bank BUMN peranannya dalam menyelamatkan ekonomi negara sudah sangat besar," akunya.

    Dahlan meminta seluruh BUMN harus mengintrospeksi diri, apakah masuk dalam empat sektor tersebut. Jika tidak, maka seharusnya tidak perlu menerima PMN dan keberlangsungan perusahaan harus dipikirkan secara matang.

    "Kalau tidak masuk di antara empat ini, maka harus murni bisnis dan harus laba. Kalau tidak, menurut saya lepas saja," tegas Dahlan.

    Sementara jika BUMN tersebut ingin tetap dipertahankan, maka harus menjadi bisnis yang sangat bagus daripada menghabiskan energi dan tidak boleh menerima PMN.

    Dahlan menyampaikan aspirasi rakyat terkait bisnis BUMN yang kerap mendapat suntikan modal dari negara. "Perasaan rakyat kalau ada BUMN yang menerima PMN, loh BUMN harusnya kan menyumbang ke negara, kok malah minta uang negara. Itu perasaan rakyat pada umumnya," pungkas Dahlan.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id