Pemerintah Gaet Produsen Toilet Asal Swiss Investasi di Danau Toba

    Antara - 19 Februari 2021 19:20 WIB
    Pemerintah Gaet Produsen Toilet Asal Swiss Investasi di Danau Toba
    Kawasan wisata Danau Toba. Foto: dok MI/Apul.



    Jakarta: Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menyebutkan keterlibatan perusahaan penyedia toilet umum asal Swiss, Mister Loo dilakukan dengan mengajak perusahaan rintisan itu berinvestasi untuk memperbaiki kualitas toilet umum di Danau Toba, Sumatra Utara.

    Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) Odo RM Manuhutu menjelaskan pemerintah terbuka untuk mendorong perbaikan sarana dan prasarana toilet umum dari pihak manapun, tidak terkecuali asing.






    "Kenapa Mister Loo? Semua perusahaan kita terbuka. Kebetulan saja ada Mister Loo yang memiliki standar tertentu, jadi mari kita gunakan standar yang terbaik, sehingga wisatawan domestik atau internasional pada saat melakukan kunjungan ke spot-spot, paling tidak memperoleh pelayanan yang prima," katanya, menukil Antara, Jumat, 19 Februari 2021.

    Menurut Odo, sama halnya ketika berkunjung ke mal yang memiliki standar tertentu, pemerintah ingin hal tersebut juga terjadi ketika wisatawan mengunjungi destinasi pariwisata di Indonesia.

    "Jadi melihatnya lebih kepada upaya kita untuk meningkatkan kompetitif indeks kita," katanya.

    Dalam Travel and Tourism Competetive Index, kualitas WC umum Indonesia memperoleh penilaian yang rendah. Bahkan jauh lebih rendah dibanding Malaysia, Thailand, dan Filipina. Odo menambahkan upaya pemerintah memperbaiki kualitas toilet umum juga dilakukan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan baik domestik maupun internasional.

    "Tentu saja kita tidak menutup kemungkinan bahwa mungkin ada yang lebih baik di luar Indonesia yang kita bisa contoh dan kemudian (kita) replikasi," katanya.

    Odo menjelaskan perbaikan kualitas toilet di destinasi wisata telah menjadi perhatian pemerintah dalam rangka mendorong pengembangan sektor pariwisata.

    Pada Februari 2020, Kemenko Marves bersama Kemenparekraf juga sempat mengunjungi 39 titik di destinasi Danau Toba. Kala itu, ditemukan bahwa kualitas toilet umum di destinasi tersebut sangat memprihatinkan, mulai dari tidak ada air, pintu, atap hingga jadi tempat tinggal masyarakat.

    Atas temuan itu, akhirnya disepakati pembangunan 10 toilet umum di Danau Toba oleh PT Pertamina (Persero) sebagai percontohan.

    "Jadi harapannya toilet umum ini akan menjadi titik balik dari situasi sebelumnya yaitu membangun destinasi pariwisata berkualitas," pungkas Odo.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id