BI: Hanya Kaltara yang Perekonomiannya Tumbuh Positif di Kalimantan

    Antara - 11 Mei 2021 09:07 WIB
    BI: Hanya Kaltara yang Perekonomiannya Tumbuh Positif di Kalimantan
    Ilustrasi. FOTO: MI/USMAN ISKANDAR



    Tarakan: Kepala perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Utara (Kaltara) Yufrizal menyebutkan Kaltara menjadi satu-satunya provinsi di Kalimantan yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif. Pertumbuhan yang dicatat yakni 0,49 persen secara kuartal ke kuartal (qtq).

    Mengutip Antara, Selasa, 11 Mei 2021, hal itu diungkapkan dalam keterangan pers secara daring mengenai kondisi ekonomi Kaltara kuartal pertama tahun ini di Tarakan. Adapun pandemi covid-19 sejak awal 2020 telah menjadi faktor utama hambatan perkembangan ekonomi di berbagai negara dan daerah di Indonesia.

     



    Namun, Kaltara mengalami pertumbuhan positif untuk qtq pada kuartal pertama 2021. Sedangkan pertumbuhan empat provinsi lain di Kalimantan untuk qtq atau laju pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) dalam satu kuartal” mengalami kontraksi.

    Daerah itu masing-masing Kaltim mencapai  -0,61 persen, Kalteng -2,01 persen, Kalbar -0,11 persen, dan Kalsel -3,55 persen. "Pada triwulan I 2021 pertumbuhan ekonomi Kaltara tercatat mengalami perbaikan meskipun terkontraksi -1,91 persen untuk tahun ke tahun (yoy) namun satu-satu daerah di Kalimantan tumbuh positif 0,49 persen untuk qtq," katanya.

    Perbaikan itu terutama didorong oleh membaiknya kinerja lapangan usaha utama Kaltara seperti pertambangan dan industri pengolahan di tengah pemulihan ekonomi negara mitra dagang utama seperti Tiongkok dan Amerika Serikat.

    Selain itu, katanya, terkait tren supercycle komoditas yang masih berlanjut menjadi faktor utama membaiknya perekonomian Kaltara. Hal lain yang memengaruhi yakni mulai Kondusifnya perekonomian global menyebabkan supercycle komoditas global seperti batu bara yang terus menunjukkan tren peningkatan harga sejak awal 2021.

    "Selain batu bara, harga CPO internasional juga terus meningkat, bahkan mencatatkan harga tertingginya dalam sejarah pada beberapa waktu lalu. Khusus ekspor, meningkatnya harga komoditas ini meningkatkan kinerja Kaltara yang sebelumnya terkontraksi 22,21 persen pada triwulan IV-2020 membaik menjadi kontraksi 6,68 persen pada triwulan I-2021," tuturnya.

    Pangsa Ekonomi Kaltara berdasarkan lapangan usaha, yakni tambang 26,8 persen, pertanian 17,6 persen, konstruksi 12,7 persen, perdagangan 11,3, industri pengolahan 8,9 persen dan lainnya 22,1 persen. Butuh dukungan semua pihak dalam digitalisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar perekonomian yang bersentuhan langsung dengan rakyat ini berjalan.

    Harapan lainnya, yakni agar digitalisasi sistem pembayaran berjalan baik termasuk dukungan program elektronifikasi transaksi, dan percepatan dan perluasan digitalisasi daerah. Sistem pelaporan dan transaksi elektronik itu akan memudahkan bagi Kaltara yang secara geografis wilayahnya luas, sehingga lebih efesien dan efektif.

     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id