Pasokan BBM, LPG, dan Avtur di 3 Wilayah Ini Aman

    Ade Hapsari Lestarini - 05 April 2021 08:56 WIB
    Pasokan BBM, LPG, dan Avtur di 3 Wilayah Ini Aman
    Ilustrasi. Foto: dok Pertamina.



    Jakarta: PT Pertamina (Persero) melalui Pemasaran Regional Jawa Bagian barat memastikan operasional pemenuhan kebutuhan energi masyarakat serta stok bahan bakar minyak (BBM), elpiji, dan avtur untuk wilayah Jawa Bagian Barat tetap aman.

    Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan mengatakan saat ini rata-rata ketahanan stok BBM di fuel terminal wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten masih mencapai lebih 20 hari.






    "Stok BBM di terminal bahan bakar minyak kami pastikan aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Pertamina juga telah menyiapkan strategi penyaluran apabila sewaktu-waktu diperlukan tambahan pasokan. Kami tetap memberikan pelayanan untuk kebutuhan energi masyarakat dengan senantiasa mengedepankan kondisi kesehatan para pejuang energi di lini terdepan," jelas dia, dalam keterangan resminya, Senin, 5 April 2021.

    Eko menjelaskan, sebagian besar pasokan BBM dan elpiji di wilayah Jawa Bagian Barat disalurkan dari kilang atau Refinery Unit (RU) VI Balongan dan Refinery Unit (RU) IV Cilacap, melalui dua Integrated Terminal (Terminal BBM & LPG), lima fuel terminal, dan dua elpiji terminal.

    Sebaran terminal BBM dan elpiji di wilayah DKI Jakarta berada di Integrated Terminal Jakarta Grup. Untuk di wilayah Banten berada di Fuel Terminal Tanjung Gerem dan LPG Terminal Tanjung Sekong. Sedangkan untuk di wilayah Jawa Barat berada di Fuel Terminal Ujung Berung, Fuel Terminal Cikampek, Fuel Terminal Padalarang, Fuel Terminal Tasikmalaya, Integrated Terminal Balongan, dan Fasilitas LPG Cirebon.

    Terkait avtur, Eko menjelaskan, Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Soekarno Hatta saat ini di suplai dari RU II Dumai dan RU IV Cilacap. Sedangkan untuk suplai avtur untuk DPPU lainnya di wilayah Jawa Bagian Barat seperti DPPU Halim Perdanakusuma, DPPU Pondok Cabe, DPPU Kertajati Majalengka dan DPPU Husein Satranegara di suplai dari Soekarno Hatta.

    "Kami juga sangat prihatin dengan kejadian di salah satu unit operasi Pertamina yaitu Refinery Unit VI Balongan, namun pasokan BBM dan LPG di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta serta Banten kami pastikan aman dan terdistribusi lancar hingga hari ini," ungkapnya.

    Eko mengatakan, saat ini konsumsi BBM di wilayah Jawa Bagian Barat masih di bawah kondisi normal sebagai dampak PSBB dan WFH. Pada bulan Maret 2021 konsumsi produk gasoline (pertalite, pertamax, pertamax turbo) turun sebesar 12 persen dan gasoil (dexlite dan Pertamina dex) terkoreksi 10 persen.

    Sebaliknya dengan elpiji, produk elpiji 3 kg naik sebesar satu persen. Sementara Bright Gas 5,5 kg dan elpiji 12 kg naik 29 persen karena mayoritas penduduk masih menjalankan aktivitas Work from Home (WFH).

    "Kami juga mengimbau masyarakat yang tergolong mampu menggunakan elpiji nonsubsidi seperti Bright Gas 5,5 kg, Bright Gas 12 kg, dan elpiji 12 kg. Sehingga penggunaan elpiji 3 kg benar-benar tepat sasaran," tambah Eko.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id