Penjualan Listrik Subsidi 2020 Jebol

    Suci Sedya Utami - 14 Januari 2021 10:55 WIB
    Penjualan Listrik Subsidi 2020 Jebol
    Ilustrasi pelanggan listrik bersubsidi - - Foto: Antara/ M Agung Rajasa
    Jakarta: Pandemi covid-19 membuat banyak masyarakat melakukan aktivitas dari rumah. Hal ini pun berpengaruh pada penjualan listrik bagi golongan pelanggan subsidi.

    Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM mencatat penjualan tenaga listrik bersubsidi sepanjang 2020 mencapai 61.400,15 gigawatt hour (GWh). Penjualan tersebut melebihi target 60.079,83 GWh.

    "Karena banyak yang beraktivitas dari rumah," kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana dalam konferensi pers, Rabu, 13 Januari 2021.

    Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020, subsidi listrik dialokasikan sebesar Rp54,8 triliun. Sementara itu, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) pernah menyatakan subsidi listrik masih tidak tetap sasaran.

    Sekretaris Eksekutif TNP2K Bambang Widianto mengatakan 50 persen penerima subsidi listrik merupakan pelanggan rumah tangga mampu. Bahkan yang menjadi miris adalah masyarakat miskin dan rentan yang masuk dalam kelompok 40 persen ekonomi terbawah hanya menikmat 26 persen dari subsidi listrik.


    Bambang menjelaskan jumlah penerima subsidi untuk golongan 450 volt ampere (VA) contohnya dalam data PLN sebesar 23,9 juta rumah tangga. Namun dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) Kemensos yang masuk dalam kategori penerima subsidi sebesar 12,6 juta rumah tangga.

    Artinya ada selisih 1,3 juta rumah tangga yang dapat dikurangi. Jumlah ini menurut data DTKS tidak termasuk dalam kategori penerima subsidi listrik rumah tangga miskin dan rentan. Bambang mengatakan apabila dihitung berdasarkan harga rata-rata subsidi yang diterima sebesar Rp78.699 per bulan, maka dapat menghemat anggaran negara sebesar Rp10,7 triliun.

    Sementara bila subsidi langsung pada rumah tangga disimulasikan pada perhitungan penghematan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2020 juga akan menciptakan penghematan sebesar Rp23,8 triliun. Dengan penghematan tersebut maka pemerintah hanya perlu mengeluarkan subsidi sebesar Rp31 triliun dari alokasi di APBN 2020.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id