BPS: Imbas Pandemi, 2,56 Juta Orang Jadi Pengangguran

    Husen Miftahudin - 16 Februari 2021 08:03 WIB
    BPS: Imbas Pandemi, 2,56 Juta Orang Jadi Pengangguran
    Kepala BPS Suhariyanto. FOTO: Dok Medcom.id/Ilham Wibowo


    Jakarta: Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan pandemi covid-19 membawa dampak yang luar biasa buruk bagi kesehatan, ekonomi, sosial, hingga perubahan perilaku. Bahkan, sebanyak 29,12 juta penduduk usia kerja (14,28 persen) terdampak covid-19 pada Agustus 2020.

    "Pandemi covid-19 ini membawa dampak yang luar biasa terhadap 29,12 juta penduduk usia kerja dengan 2,56 juta penduduknya mengalami pengangguran," ujar Suhariyanto dalam konferensi pers secara virtual, Senin, 15 Februari 2021.




    Selain itu, sebanyak 760 ribu penduduk di antaranya menjadi bukan angkatan kerja. Lalu sebanyak 1,77 juta penduduk tidak bekerja sementara. Paling banyak, 24,03 juta penduduk bekerja dengan pengurangan jam kerja (shorter hours).

    Pada Agustus 2020, lanjutnya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 7,07 persen. Angka ini mengalami kenaikan sebanyak 1,84 persen poin bila dibandingkan dengan posisi Agustus 2019 yang sebesar 5,23 persen.

    "Demikian juga persentase pekerja setengah penganggur. Ini definisinya adalah pekerja yang bekerja kurang dari jam kerja normal 35 jam, itu juga mengalami peningkatan yang mengindikasikan bahwa pendapatan masyarakat mengalami penurunan," paparnya.

    Pada Agustus 2020, persentase pekerja setengah penganggur sebesar 10,19 persen. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 3,77 persen poin bila dibandingkan dengan posisi Agustus 2019 yang sebesar 6,42 persen.

    Adapun jumlah penduduk miskin di Indonesia per September 2020 mencapai 27,55 juta orang atau setara 10,19 persen dari total populasi RI. Jumlah penduduk miskin ini mengalami kenaikan sebanyak 2,76 juta jiwa dibandingkan pada September 2019.

    Suhariyanto melaporkan bahwa garis kemiskinan per September 2020 sebesar Rp458.947 per kapita per bulan. Garis kemiskinan ini naik 0,94 persen dari Rp454.652 per kapita per bulan pada Maret 2020.

    "Komoditas yang memberi pengaruh kemiskinan tidak berubah dibandingkan  survei pada periode-periode sebelumnya. Di antaranya adalah beras, rokok kretek filter, dan telur ayam ras," pungkas Suhariyanto.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id