Pupuk Indonesia Edukasi Petani Terapkan Pemupukan Presisi

    Husen Miftahudin - 10 April 2021 21:17 WIB
    Pupuk Indonesia Edukasi Petani Terapkan Pemupukan Presisi
    Pupuk Indonesia menggelar tanam perdana komoditas padi di Desa Sidoharjo. Foto: dok Pupuk Indonesia.



    Sragen: Pupuk Indonesia bersama anggota holdingnya, Pupuk Sriwidjaja Palembang dan Petrokimia Gresik, menggelar kegiatan tanam perdana komoditas padi di Desa Sidoharjo, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

    Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Gusrizal mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan serta sarana edukasi kepada petani dalam menerapkan pemupukan presisi. Adapun pupuk yang digunakan yaitu pupuk organik Petroganik, Urea, NPK Phonska 15-10-12, dan pupuk organik cair Phonska OCA.






    "Pada kesempatan ini, kami juga memperkenalkan dua varian pupuk subsidi terbaru, yaitu pupuk organik cair dengan nama Phonska Oca dan NPK Phonska formula 15-10-12," ujar Gusrizal dalam keterangan tertulis, Sabtu, 10 April 2021.

    Gusrizal menambahkan, sesuai dengan kebijakan pemerintah, terdapat perubahan formula pupuk NPK Phonska bersubsidi, dari awalnya 15-15-15 menjadi 15-10-12. "Perubahan ini dijalankan pemerintah dengan prinsip efisiensi, namun tetap mengedepankan kualitas untuk hasil panen yang optimal," ucapnya.

    Ia menjelaskan bahwa rekomendasi pemupukan presisi dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) dan Pupuk Indonesia untuk Kecamatan Sidoharjo adalah pupuk Urea 200 kg, NPK Phonska 275 kg, pupuk organik Petroganik 500 kg, dan pupuk organik cair Phonska OCA sebanyak lima liter untuk setiap satu hektare lahan sawah.

    "Perpaduan pupuk organik dan anorganik ini adalah demi keberlanjutan pertanian agar lahan sawah tetap optimal dan memiliki produktivitas tinggi secara jangka panjang," ungkap dia.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sragen Eka Rini Mumpuni Tri Lestari menyatakan pihaknya yakin dengan pengawalan dari Pupuk Indonesia. Karena berdasarkan uji coba di berbagai daerah hasilnya sudah terbukti.

    "Kami yakin dengan kerja sama yang dibangun bersama Pupuk Indonesia, mulai dari pengolahan lahan, pemilihan benih, penentuan pupuk, manajemen pemupukan, serta pengawalan hama penyakit, hasil panen kita ini dapat meningkat secara signifikan. Apalagi uji lokasi di berbagai daerah sudah terbukti hasilnya. Tentu saja hal ini dapat menambah motivasi petani di Kabupaten Sragen," jelasnya.

    Selain itu, ia juga mengajak para petani di Sragen untuk mau berdisiplin dalam bertani agar produktivitas meningkat. "Untuk meningkatkan produktivitas dan hasil panen, para petani harus mau dan disiplin menerapkan sistem budidaya sesuai anjuran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Pupuk Indonesia," pungkas Eka.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id