SKK Migas Rampungkan Strategi Tambahan Produksi Migas Nasional

    Antara - 09 April 2021 12:17 WIB
    SKK Migas Rampungkan Strategi Tambahan Produksi Migas Nasional
    Ilustrasi SKK Migas - - Foto: dok Setkab



    Jakarta: SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) berhasil merampungkan strategi percepatan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional. Upaya tersebut akan berdampak pada penambahan produksi minyak rerata tahunan sebesar 3.500 barel minyak per hari (BOPD) serta memverifikasi salur gas sebesar 205 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

    “Jika ditambahkan dengan potensi penambahan produksi dari program filling the gap yang sebesar 11.900 BOPD maka akan ada tambahan sebesar 15.400 BOPD dari posisi forecast last update”, kata Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno, dalam siaran persnya, Jumat, 9 April 2021.






    Julius menyebut dengan adanya tambahan produksi minyak tersebut, total potensi tambahan produksi minyak pada 2021 akan mencapai 9.103 BOPD secara rerata tahunan.

    “Masih ada gap yang harus dipenuhi guna mencapai target 705 ribu BOPD, namun kami optimistis target tersebut dapat kami capai,” terang dia.

    Untuk gas, ia meyakini target yang tercantum dalam APBN 2021 akan tercapai. "Angka salur gas yang telah terverifikasi sebesar 205 MMSCFD, namun hal tersebut tetap perlu dikawal agar penyerapan oleh offtaker dapat terlaksana dengan baik," ujarnya.

    Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman mengatakan tantangan capaian produksi dan lifting 2021 diharapkan dapat diatasi dengan kolaborasi yang baik antara SKK Migas, KKKS, Kementerian ESDM serta stakeholders lainnya dan technology provider.

    “SKK Migas berkomitmen untuk mendukung dan merealisasikan usulan-usulan strategis hasil dari FGD ini guna merealisasikan percepatan produksi. Yang dibutuhkan selanjutnya adalah keseriusan dari KKKS untuk merealisasikan program-programnya,” tegas Fatar.

    Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) adalah institusi yang dibentuk oleh pemerintah Republik Indonesia melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 9 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.

    SKK Migas bertugas melaksanakan pengelolaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi berdasarkan Kontrak Kerja Sama. Pembentukan lembaga ini dimaksudkan supaya pengambilan sumber daya alam minyak dan gas bumi milik negara dapat memberikan manfaat dan penerimaan yang maksimal bagi negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id