comscore

Pengusaha Tempe Keluhkan Lonjakan Harga Kedelai

Antara - 29 Juni 2022 15:35 WIB
Pengusaha Tempe Keluhkan Lonjakan Harga Kedelai
Tempe. Foto; MI/Fahrulah.
Baturaja: Pengusaha tempe di Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan keluhkan lonjakan harga kedelai impor yang saat ini di kisaran Rp13 ribu per kilogram (kg) atau naik dua kali lipat dari sebelumnya.

"Tentu sangat memberatkan kami sebagai produsen karena kedelai impor merupakan bahan baku utama untuk membuat tempe dengan kualitas baik," kata  salah seorang pengusaha tempe di Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), Hamdani, dikutip dari Antara, Rabu, 29 Juni 2022.
 
baca juga: Badan Pangan Nasional Wajibkan Importir Serap Kedelai Lokal  

Menurut dia, kenaikan harga kedelai itu terjadi sejak awal tahun lalu dan pihaknya sendiri terpaksa menyiasatinya agar tidak merugi.
Sebab, kata dia, dengan kondisi pandemi covid-19 seperti sekarang ini menaikkan harga tempe di pasaran dikhawatirkan akan semakin menurunkan daya beli masyarakat.

Oleh sebab itu sebagian besar perajin tempe di daerah itu menyiasati dengan mengurangi ukuran dan ketebalan tempe tanpa menaikan harga jual di pasaran yaitu masih di kisaran Rp5.000 hingga Rp10 ribu per batang.

Hamdani berharap pemerintah segera mencarikan solusi guna menurunkan harga kedelai impor sehingga omzet penjualan kembali normal.

"Sekarang ini daya beli masyarakat merosot tajam. Sebelumnya saya bisa menjual tempe sebanyak 350 kg  per hari. Sekarang paling laku 75 kg," ungkapnya.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id