comscore

Tinjau Proyek Kereta Cepat, Luhut Pastikan Pembangunan Konstruksi Aman

Eko Nordiansyah - 13 Januari 2022 13:37 WIB
Tinjau Proyek Kereta Cepat, Luhut Pastikan Pembangunan Konstruksi Aman
Ilustrasi lokasi pengerjaan konstruksi Tunnel 2 proyek kereta cepat Jakarta-Bandung - - Foto: dok Kemenko Marves
Jakarta: Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengunjungi lokasi pengerjaan konstruksi Tunnel 2 proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) guna memastikan progres pembangunan proyek tersebut. Ia menyebut penanganan pembangunan Tunnel 2 berjalan sangat baik meski terdapat tantangan geografis.
 
"Tunnel 2 ini memang memiliki tantangannya tersendiri. Dari awal sudah kita ketahui jika struktur tanahnya labil. Namun kondisi sekarang sudah lebih baik dan bisa ditangani. Dengan kolaborasi dari berbagai pihak kita bisa memastikan jika Tunnel 2 ini aman untuk dilintasi," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis, 13 Januari 2022.

Presiden Direktur Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan pengerjaan konstruksi di Tunnel 2 yang merupakan salah satu titik kritis konstruksi dapat berjalan lancar. Termasuk soal keamanan dan transfer knowledge yang terjadi selama pengerjaan konstruksi berlangsung sehingga pihaknya bisa melakukan percepatan pembangunan.
Titik konstruksi Tunnel 2 merupakan salah satu titik konstruksi dengan tantangan geografis yang tinggi dalam proyek KCJB karena lokasinya berada di area clay shale. Tunnel 2 ini akan menjadi terowongan pertama di Indonesia yang berhasil dibangun di area jenis tanah dengan karakteristik mudah lapuk saat penggalian berlangsung.

"Tunnel 2 memang salah satu titik tersulit. Lokasinya berada di area clay shale yang karakteristik tanahnya mudah lapuk apabila terekspos saat penggalian berlangsung. Untuk itu, diperlukan kehati-hatian dalam pengerjaannya dan tidak bisa dilakukan secara terburu-buru," jelas Dwiyana.

Dalam penanganan Tunnel 2, kata Luhut, terjadi transfer teknologi antara tenaga ahli tunnel dan grouting dari Tiongkok dengan tenaga ahli lokal dalam hal ini dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Mengingat seluruh tenaga ahli baik dari Tiongkok ataupun Indonesia berkolaborasi untuk menangani tantangan geografis di Tunnel 2.

"Pengerjaan Tunnel 2 yang berada di area clay shale membutuhkan penanganan khusus. Karena pengerjaan Tunnel 2 KCJB menggunakan metode grouting, kami mengumpulkan para ahli tunnel yang menguasai grouting dari Tiongkok dan ITB untuk membantu memperkuat surface tunnel atau permukaan terowongan," ungkapnya.
 
Saat ini proses pengerjaan berangsur membaik dan bisa mencapai 1,2-3 meter per hari. KCIC berupaya agar pembangunan Tunnel 2 ini berjalan lancar sehingga memiliki kualitas baik, aman serta dapat selesai sesuai target yang direncanakan. Hingga Desember 2021, pengerjaan tunnel sepanjang 1.052 meter ini sudah mencapai 67 persen.

Dengan sisa pengerjaan yang masih ada, transfer knowledge dari keterlibatan para ahli tunnel tersebut diharapkan dapat membantu upaya percepatan pembangunan KCJB yang progres konstruksi keseluruhannya sudah mencapai 79 persen, serta membantu selesainya Tunnel 2 sesuai dengan standar konstruksi kereta cepat.

"Selain untuk mengatasi kendala di Tunnel 2, upaya untuk memaksimalkan transfer knowledge juga dilakukan di banyak bagian dalam proyek KCJB. Bagi kami, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendorong kemajuan dunia konstruksi dan perkeretaapian di Indonesia, sejak proses pembangunannya," pungkasnya.

(Des)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id