comscore

Perhutani Dorong Ekosistem Pangan Berbasis Inovasi

Arif Wicaksono - 13 Januari 2022 14:34 WIB
Perhutani Dorong Ekosistem Pangan Berbasis Inovasi
Ilustrasi ekosistem pangan. Foto : MI/Pertanian.
Jakarta: Perum Perhutani mendukung upaya penguatan ekosistem Pangan, rantai pasok pangan dan Kesejahteraan petani, peternak, petambak, dan nelayan melalui berbagai upaya dari hulu-hilir yang diwujudkan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan membentuk Holding Pangan Indonesia atau ID Food.

Pada acara Peluncuran tersebut, Holding Pangan Indonesia juga menandatangani nota kesepahaman (MOU) dalam rangka melanjutkan Program Makmur dengan enam BUMN antara lain  Perum Perhutani, PT Pupuk Indonesia, PTPN III, BRI, PT Asuransi Kredit Indonesia.
Program Makmur merupakan ekosistem yang menghubungkan produsen pangan hulu dengan segala kebutuhan, mulai dari ketersediaan pupuk, penjamin serapan, pasar, modal kerja, asuransi, hingga teknologi.

Direktur Utama Perum Perhutani Wahyu Kuncoro menyampaikan bahwa Perhutani sangat membuka diri untuk melakukan kerjasama dengan pihak manapun.

“Kami sangat mendukung upaya memperkuat ekosistem Pangan Indonesia dan kesejahteraan petani, peternak, petambak, dan nelayan  melalui peningkatan produktivitas hasil pertanian, rantai pasok, akses pembiayaan, dan teknologi," jelas Wahyu dalam keterangan resminya, Kamis, 13 Januari 2022.

Menurut Wahyu, tujuan Nota Kesepahaman yang akan berlaku selama dua tahun kedepan tersebut adalah untuk menjajaki rencana kerja sama dalam rangka bidang penyaluran pendanaan pertanian dan perkebunan dan juga asuransinya, yang meliputi implementasi Program Makmur di areal pertanian/perkebunan di wilayah kerja RNI, PTPN III, Perhutani dan/atau anak perusahaannya.

Selain memperkuat ekosistem dan rantai pasok pangan, Wahyu menambahkan Perhutani juga terus mengembangkan digitalisasi dan inovasi setiap lini bisnis agar tidak terdisrupsi.

“Digitalisasi dan inovasi teknologi adalah keniscayaan," jelas dia.

Hal ini, lanjut Wahyu, untuk menghadapi tantangan sektor pangan yang semakin berat seperti perubahan cuaca, musiman, serta kenaikan sejumlah harga komoditas dan lonjakan biaya logistik serta produksi.

“Ini problem global,” jelasnya.

Sementara itu Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan bahwa Negara Indonesia harus mempunyai ekosistemnya sendiri, atau Road Map Indonesia dengan bergotong royong untuk membangun ekosistem Indonesia mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah daerah, Swasta, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), petani, termasuk BUMN.

Dia juga menuturkan di lingkup BUMN telah melakukan perbaikan ekosistem digital dengan mendorong Telkom untuk menjadi lokomotif, kemudian ekosistem UMKM dengan mendorong bank BRI agar keberpihakan kepada UMKM yang mulanya 20% (persen) dari permodalan perbankan dapat meningkat menjadi 50 persen (persen).

Dia menjelaskan bahwa ID Food akan di dorong untuk melakukan perbaikan terhadap supply chain pangan BUMN dengan adanya sinergitas dengan Himbara, PTPN, Perhutani, PT Pupuk untuk melakukan pendampingan terhadap Petani, peternak dan juga nelayan serta adanya solusi pembiayaan dan data yang benar.

"Kemudian dengan hadirnya pihak swasta, kita akan menjadi off taker bersama untuk menjual sebagai produk unggulan Indonesia, serta yang terakhir kita harus terbuka dengan inovasi dan teknologi,” jelas Erick.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id