comscore

Bappenas: Baru 12% Masyarakat Punya Akses Air Bersih yang Aman

Husen Miftahudin - 09 Juni 2022 12:18 WIB
Bappenas: Baru 12% Masyarakat Punya Akses Air Bersih yang Aman
Ilustrasi air bersih/Medcom.id
Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyampaikan sebanyak 90,21 persen masyarakat Indonesia memiliki akses air yang dapat dikategorikan layak.

Namun menurut Direktur Perumahan dan Kawasan Permukiman Kementerian PPN/Bappenas Tri Dewi Virgiyanti, hanya sekitar 12 persen yang memiliki akses air yang dapat dikategorikan aman, yakni yang butuh sekali pengolahan untuk bisa langsung dikonsumsi.
Tri menjelaskan, persentase akses masyarakat terhadap air layak dapat dikatakan tinggi, yakni mencapai sekitar 99 persen, dan kurang dari satu persen yang belum memiliki akses. Namun sayangnya, akses air layak tersebut belum bisa menjawab sepenuhnya kebutuhan masyarakat.

Hal ini karena keterbatasan akses air aman, maka masyarakat terpaksa mengkonsumsi air isi ulang maupun air kemasan. Hal serupa kata dia juga terjadi di kota-kota besar lainnya.

"Ada kecenderungan lain yang menguat di Indonesia, terutama di kota-kota besar. Karena air di sumur perlu di treatment satu kali, bergeserlah, mengandalkan air minum dalam kemasan atau isi ulang. Tapi berdasarkan studi, kualitas isi ulang jauh lebih rendah dari perpipaan. Sementara air kemasan harganya tidak terjangkau dan tidak selalu tersedia setiap saat. Artinya air minum kemasan dan isi ulang ini bukan akses," ujar Tri dalam sebuah diskusi yang dikutip Kamis, 9 Juni 2022.

Diakui Tri bahwa menghadirkan air yang aman untuk seluruh warga Jakarta bukankah perkara mudah. Pasalnya ibu kota sendiri untuk urusan air layak masih harus mendatangkan air dari luar kota. Menurutnya, sumber-sumber air yang aman dan layak di Jakarta hanya bisa mengakomodir sekitar enam persen dari kebutuhan warga.

Direktur Pelayanan PAM JAYA Syahrul Hasan menambahkan, sudah sekitar 64 persen warga yang mendapatkan pelayanan dari PAM Jaya. Sisanya sebanyak 36 persen belum terlayani karena Jakarta masih kekurangan sumber air baku. Sumber-sumber air baku di Jakarta seperti sungai, danau, maupun embung, tidak bisa menjawab pasokan untuk 36 persen warga yang belum terlayani tersebut.

PAM Jaya, kata dia, punya target untuk mengakses semua warga ibu kota paling lambat pada 2030 mendatang. Namun upaya tersebut tidak bisa dilakukan tanpa bantuan pihak lain, dan dibutuhkan kerja sama dari banyak pihak agar 36 persen warga ibukota yang belum terlayani bisa mendapatkan akses.

"Apakah swasta bisa terlibat? Saya rasa dimungkinkan. Apakah nanti di pengelolaannya, atau di distribusinya," tuturnya..

Bantuan pihak lain menurutnya sangat dibutuhkan, terlebih karena pandemi covid-19. Kata dia Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sama seperti pemerintah daerah lain, mengalami permasalahan di anggaran akibat pandemi. PAM Jaya sendiri menurutnya diproyeksikan baru bisa menerima penanaman modal dari Pemprov paling cepat pada 2026.

Sementara, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Herry Trisaputra Zuna menerangkan bahwa untuk membantu sejumlah hal termasuk pendistribusian, pemerintah bisa menggandeng pihak swasta.

"Kalau berhubungan dengan masyarakat harus (dikelola) PDAM (atau) BUMD daerah. Tapi percepatan sambungan rumah, bisa dikerjasamakan, lingkupnya membangun," terangnya.

Menurut dia, penanganan permasalahan akses air di Jakarta sudah diatur sejak lama. Penanganan tersebut melibatkan banyak pihak, termasuk pemerintah pusat. "Yang perlu dilakukan sekarang adalah semua pihak konsisten dan mulai segera melakukan segala upaya agar target 2030 dapat tercapai," pungkas dia.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id