comscore

Kinerja Pelindo Melesat Berkat Percepatan Bongkar Muat

Husen Miftahudin - 11 Juni 2022 08:34 WIB
Kinerja Pelindo Melesat Berkat Percepatan Bongkar Muat
Pelindo. Foto : Medcom/Budi Warsito.
Jakarta: Direktur Utama PT Pelindo (Persero) Arif Suhartono mengatakan standardisasi operasional dan komersial menjadi salah satu fokus inisiatif strategis perusahaan pascamerger pada Oktober 2021 lalu. Hal itu merupakan komitmen manajemen Pelindo untuk bisa berperan mengurangi biaya logistik di Indonesia.
 
Berdasarkan data Bank Dunia, biaya logistik di Indonesia tercatat sebesar 23 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Biaya tersebut lebih tinggi dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Ongkos logistik di Malaysia, misalnya, sudah di angka 13 persen, lebih baik dari Tiongkok (15 persen). Pencapaian terbaik diraih Singapura yang hanya delapan persen, setara dengan Amerika Serikat.
 
"Pelabuhan memiliki peran untuk mengefisienkan biaya logistik melalui peningkatan produktivitas bongkar muat dan penurunan 'Port Stay' atau Waktu Sandar Kapal di Pelabuhan. Kita harus melakukannya bersama-sama karena biaya logistik menyangkut aspek lain seperti transportasi darat dan administrasi," kata Arif dalam keterangan tertulis, Sabtu, 11 Juni 2022.
 
Karena itu, Pelindo pascamerger mencanangkan standardisasi seluruh pelabuhan yang ada di bawah kendalinya secara bertahap. Empat langkah dilakukan Pelindo untuk mencapai standardisasi operasional dan komersial, yakni pengembangan kapabilitas organisasi dan manusia, pola bisnis operasi berbasis perencanaan dan kontrol, optimalisasi infrastruktur dan peralatan termasuk penataan lay out pelabuhan, dan membangun budaya keselamatan melalui peningkatan kesadaran akan keselamatan dan standarisasi protokol keselamatan.
 
Hasilnya, selama hampir delapan bulan pascamerger, ada peningkatan kinerja dan produktivitas di sejumlah pelabuhan. Peningkatan produktivitas bongkar muat diukur dengan parameter boks per kapal per jam (BSH) dan pengurangan port stay atau waktu sandar kapal di pelabuhan yang diukur dengan jumlah hari.
 
Di Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan, jumlah bongkar muat naik lebih dari dua kali lipat dari 20 boks per kapal per jam menjadi 45 boks per kapal per jam. Kecepatan bongkar muat itu membuat waktu sandar kapal dapat berkurang menjadi setengahnya, dari dua hari menjadi hanya satu hari. Peningkatan kinerja yang sama terjadi di TPK Makassar, dari 20 BSH menjadi 42 BSH dan waktu sandar juga bisa berkurang dari dua hari menjadi satu hari.
 
Peningkatan kinerja terbaik ada di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Ambon. Peningkatan jumlah bongkar muat naik hampir tiga kali lipat, dari 12 boks per kapal per jam menjadi 35 boks. Dampaknya, jumlah waktu sandar dapat terpangkas tajam dari tiga hari menjadi satu hari.
 
"Makin pendeknya waktu sandar dan kecepatan bongkar muat membuat biaya operasional makin efisien, dan trafik kapal jadi meningkat. Paling tidak, hal itu sudah tergambar dalam kinerja kuartal I-2022. Arus kapal, misalnya, mencapai 283 juta GT, satu persen lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya," urai dia.
 
Selain itu, arus peti kemas juga naik, yakni dua persen di atas pencapaian pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pada kuartal I-2022, arus peti kemas Pelindo mencapai 4,2 juta TEU's. Arus barang juga naik lebih tinggi delapan persen di atas tahun lalu, yakni mencapai 37 juta ton.
 
"Hal itu, juga terlihat dari kenaikan EBITDA (Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) pada kuartal I-2022 yang naik tujuh persen di atas pencapaian pada periode yang sama tahun sebelumnya," terang Arif.
 
Direktur Utama SubHolding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) Muhammad Adji menambahkan, pencapaian tersebut bisa diraih karena sinergi antarpelabuhan dan antarwilayah. Misalnya, Pelindo sebelum merger memiliki rencana investasi untuk memenuhi kekurangan peralatan di sejumlah pelabuhan di wilayah Pelindo Regional 4.
 
"Saat ini kebutuhan peralatan tersebut dapat dipenuhi dengan optimalisasi aset dari Regional lainnya. Ternyata, di wilayah Regional 2 ada beberapa peralatan yang masih bagus dan belum optimal penggunaannya, ya kita pindahkan, misalnya ke Makassar New Port," pungkas Adji.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id