Pemulihan Ekonomi hingga Meteran Listrik Kedaluwarsa Terpopuler Pekan Ini

    Nia Deviyana - 21 Juni 2020 15:15 WIB
    Pemulihan Ekonomi hingga Meteran Listrik Kedaluwarsa Terpopuler Pekan Ini
    Iilustrasi. Foto: MI/Galih Pradipta
    Jakarta: Agenda pemulihan ekonomi oleh pemerintah menjadi salah satu topik populer pekan ini. Mulai dari penambahan anggaran pemulihan ekonomi hingga Bank Indonesia yang memiliki ruag untuk menurunkan suku bunga acuan lebih rendah lagi.

    Di sisi lain, topik terkait lonjakan tarif listrik PLN juga masih menjadi topik populer. Terbaru, Kementerian Perdagangan menemukan sekitar 14 juta stand meter atau yang dikenal meteran listrik di setiap rumah kedaluwarsa masa teranya.

    Kemudian, pemberlakuan pajak digital terhadap produk-produk streaming seperti Netflix juga menjadi salah satu topik yang masuk jajaran terpopuler.

    Medcom.id merangkum lima berita yang menjadi topik populer dalam sepekan. Rangkuman ini sebagai referensi bagi pembaca yang memantau isu ekonomi terkini

    1. Naik Lagi, Anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional Jadi Rp686 Triliun

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan anggaran untuk pemulihan ekonomi nasional kembali naik menjadi Rp686 triliun. Padahal sebelumnya, anggaran pemulihan ekonomi nasional ini sebesar Rp677,2 triliun.
     
    Dirinya menambahkan, anggaran bidang kesehatan mengalami kenaikan menjadi Rp87,55 triliun dari sebelumnya Rp75 triliun. Selain itu, masih ada insentif berbagai perpajakan di bidang kesehatan yang menyangkut langkah-langkah kedaruratan.

    Berita selengkapnya di sini.

    2. BI Punya Ruang Turunkan Suku Bunga hingga 50 bps

    Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menilai Bank Indonesia (BI) masih memiliki ruang untuk kembali menurunkan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate hingga 50 bps. Bunga acuan saat ini berada di level 4,5 persen.
     
    Menurutnya, penurunan suku bunga tersebut sejalan dengan tingkat inflasi yang diprediksi masih rendah yakni di bawah tiga persen. Di sisi lain, stimulus tambahan masih tetap dibutuhkan meskipun suku bunga acuan kini sudah dapat menjangkau inflasi dan volatilitas nilai tukar.

    Berita selengkapnya di sini.

    3. Kemendag Tunggu Erick Thohir Jawab Meteran Listrik Kedaluwarsa

    Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah melayangkan surat resmi ihwal temuan stand meter atau dikenal dengan meteran listrik yang kedaluwarsa kepada Menteri BUMN Erick Thohir. Tercatat sebanyak 14 juta kwh meter milik PLN di setiap rumah perlu ditera ulang.
     
    Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag Veri Anggrijono mengatakan, bahwa pihaknya mempermasalahkan temuan kwh meter pada layanan PLN tersebut terkait sisi perlindungan konsumen. Terlebih, belakangan ini banyak masyarakat yang menyampaikan keluhan langsung ihwal beban tagihan yang membengkak selama pandemi covid-19.

    Berita selengkapnya di sini.

    4. PLN Klaim Sudah Ganti 7,7 Juta Meteran Listrik Kedaluwarsa

    PT PLN (Persero) telah mengganti stand meter atau meteran listrik pelanggan yang telah kedaluwarsa masa teranya. Hal ini merespons pernyataan Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang menyebut 14 juta stand meter kedaluwarsa.
     
    Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan pihaknya pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk melakukan tera ulang pelanggan. Ia bilang hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 70 Tahun 2014 yang menyatakan bahwa tera ulang dilakukan untuk kWh meter yang berusia di atas 15 tahun.

    Berita selengkapnya di sini.

    5. Netflix Cs Bakal Kena PPN Mulai Agustus

    Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan akan mengenakan pajak digital atas perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) mulai Agustus 2020. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) akan dikenakan untuk produk dan jasa digital dari luar negeri seperti Netflix, Zoom, Google hingga Spotify.
     
    Berita selengkapnya di sini.
     



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id