Program Food Estate Berpotensi Lahirkan Pengusaha Baru

    Husen Miftahudin - 03 Juli 2020 00:23 WIB
    Program <i>Food Estate</i> Berpotensi Lahirkan Pengusaha Baru
    Foto: dok MI.
    Jakarta: Anggota Komisi XI DPR Kamrussamad menilai program pengembangan pangan terintegrasi atau food estate di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) berpotensi melahirkan pengusaha (entrepreneur) baru di sektor agrobisnis.

    "Konsep pembangunan pertanian yang disebut dengan food estate selain bermanfaat dalam hal pangan maupun ekonomi, juga berpotensi pada pengembangan infrastruktur di Kalteng," ujar Kamrussamad dalam keterangan yang diterima Medcom.id, Kamis, 2 Juli 2020.

    Namun, legislator dari Partai Gerindra itu berharap pembangunan food estate juga dilakukan di beberapa wilayah Indonesia. Hal tersebut agar mampu meningkatkan produksi pangan nasional dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru.

    Kamrussamad mencontohkan lokasi food estate dapat dibuat di setiap zona kepulauan. Misalnya untuk zona Sumatra ditempatkan di Bengkulu, zona Sulawesi ditempatkan di Sulawesi Barat, zona Jawa-Bali ditempatkan di Nusa Tenggara Barat (NTB), dan zona Papua-Maluku ditempatkan di Ternate.

    "Bukan hanya di Kalimantan Tengah, tapi lebih baik dibuat zona. Sehingga hal itu menjadi faktor pendorong meningkatnya produksi pangan nasional serta menciptakan lapangan kerja baru," tuturnya.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menugaskan tiga menteri secara khusus untuk membangun kawasan food estate yang direncanakan terpusat di Kalteng. Ketiga menteri tersebut yakni Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan pihaknya akan bersinergi dengan Kementerian BUMN dan Kementerian Pertahanan sesuai dengan amanat presiden. Presiden juga akan meninjau langsung kawasan food estate itu.

    "Tahun ini PUPR mendesain rehabilitasi jaringan irigasinya. 165 ribu hektare (ha) itu tahun depan kita mulai dengan menggerakkan BUMN. Menhan juga termasuk untuk bisa ikut karena menurut beliau, ini adalah program ketahanan non-militer," urai Basuki.

    Senada dengan Basuki, Menteri BUMN Erick Thohir mengaku tengah menyiapkan sejumlah rencana taktis dan strategis agar food estate di Kalimantan Tengah bisa segera terwujud. "Kami optimistis dengan sinergi yang melibatkan seluruh instansi untuk membangun food estate akan memiliki kontribusi besar dalam menciptakan ketahanan pangan," ujar Erick.

    Menurutnya ketahanan pangan merupakan bagian dari kedaulatan negara. Karena itu, proyek food estate penting seiring terjadinya berbagai ketidakpastian global imbas pandemi covid-19.

    Dengan sumber daya alam yang dimiliki, Erick meyakini pemerintah mampu memenuhi ketersediaan pangan nasional. Apalagi kinerja Kementerian Pertanian terbukti mampu meningkatkan produksi pertanian dalam negeri seperti kenaikan produksi bawang putih.

    "Dengan usaha keras yang dilakukan bersama, tugas besar kita bersama agar bangsa ini mampu memproduksi kebutuhan pangannya sendiri dan tidak tergantung dengan impor," pungkas dia.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id