RUU Ciptaker Lindungi Pekerja dan Dunia Usaha

    Eko Nordiansyah - 03 Juli 2020 20:38 WIB
    RUU Ciptaker Lindungi Pekerja dan Dunia Usaha
    Ilustrasi - - Foto: Medcom
    Jakarta: DPR segera membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja. Omnibus law tersebut menjadi titik temu perlindungan pekerja dan dunia usaha.

    Anggota Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari fraksi Golkar M Sarmuji mengatakan salah satu beleid yang dikaji lebih dalam yakni mengenai bonus pekerja.

    “Masalah pemberian bonus pekerja akan dibicarakan lebih dalam. Intinya melindungi hak pekerja tetapi juga tetap memperhatikan kemampuan perusahaan,” kata Sarmuji saat dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat, 3 Juli 2020.

    Klausul tersebut masih menuai pro dan kontra. Sebab, ketentuan ini dinilai membebani biaya operasional perusahaan yang kini masih sangat terpukul akibat pandemi.

    Pemberian bonus tersebut diatur dalam Pasal 92 Bab IV tentang Ketenagakerjaan. Klausul pada draft menyebutkan, perusahaan wajib memberikan bonus atau penghargaan sebesar lima kali upah kepada pekerja yang telah bekerja minimal 12 tahun.

    Namun demikian, RUU Cipta Kerja harus cepat diselesaikan tanpa menghilangkan aspek kecermatan. Apalagi Omnibus Law Cipta Kerja digadang-gadang sebagai solusi percepatan pemulihan ekonomi.

    “RUU ini dibutuhkan agar Indonesia punya landasan kokoh untuk melompat terutama pascapandemi yang telah mengakibatkan kemerosotan lapangan kerja dan meningkatkan pengangguran,” ungkapnya.

    Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran sebelumnya meminta pemerintah dan DPR memperhatikan berbagai aspek saat menyusun klausul-klausul dalam RUU Ciptaker. Dia berharap pembuat undang-undang juga memperhatikan aspirasi pelaku industri.

    Menurut Maulana salah satu yang membebani adalah ketentuan mengenai kewajiban perusahaan memberikan bonus hingga 5 kali upah bagi mereka yang telah bekerja minimal 12 tahun. PHRI menilai kewajiban ini akan memberikan beban operasional perusahaan yang sangat besar. Padahal, situasi bisnis saat ini dan ke depan masih akan sulit.

    “Bonus pekerja yang dinilai sebagai pemanis (sweetener) ini arahnya ke mana? Dalam kondisi sekarang bisnis susah bersaing dan tumbuh di Indonesia karena adanya aturan upah minimum dan sebagainya,” ujar Maulana.

    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id