Pencabutan Bea Masuk Ekspor Trafo Daya ke Australia Perlu Dimanfaatkan Pelaku Usaha

    Ilham wibowo - 21 September 2020 17:10 WIB
    Pencabutan Bea Masuk Ekspor Trafo Daya ke Australia Perlu Dimanfaatkan Pelaku Usaha
    Pencabutan bea masuk ekspor trafo daya ke Australia perlu dimanfaatkan pelaku usaha. Foto: AFP
    Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) optimistis peningkatan ekspor produk trafo daya atau power transformers buatan RI akan semakin meningkat ke Australia. Pencabut pengenaan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) sebesar 28,3 persen untuk eksportir produk tersebut perlu dimanfaatkan para pelaku usaha.  

    Direktur Pengamanan Perdagangan Kemendag Pradnyawati memaparkan bahwa Peluang mengisi pasar di Australia semakin terbuka mengingat Taiwan sebagai salah satu pesaing produk trafo daya masih dikenakan BMAD. Permintaan yang besar di negara Kangguru terhadap produk itu pun belum bisa terpenuhi jika hanya dipasok dua manufaktur Indonesia.

    "Diharapkan di masa datang akan lebih banyak lagi eksportir nasional yang dapat memenuhi kebutuhan produk tersebut di dunia," ujar Pradnyawati melalui keterangan tertulisnya, Senin, 21 September 2020.

    Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, kinerja nilai ekspor trafo daya Indonesia ke Australia cenderung menurun setelah dikenakan BMAD dengan besaran 28,3 persen pada 2014. Pada 2015, nilai ekspor produk tersebut ke Australia sebesar USD7,4 juta namun turun drastis menjadi USD797 ribu pada 2018 dan terus mengalami tren penurunan hingga USD667 ribu pada 2019.

    Sementara di tingkat global, ekspor trafo daya Indonesia mengalami pasang surut. Pada 2015, kinerja ekspor produk tersebut mencapai USD42 juta lalu turun menjadi USD 9,7 juta pada 2016 dan USD4,6 juta di 2017. Kinerja kembali membaik pada 2018 dengan mencatat nilai ekspor mencapai USD14,11 juta dan naik menjadi USD22,3 juta di 2019.

    Adapun pasar global produk trafo daya diproyeksikan mencapai USD31,5 miliar pada 2025. Proyeksi nilai tersebut disebabkan permintaan energi yang tinggi, lonjakan investasi di pembangkit listrik baru. Kemudian meningkatnya pengeluaran utilitas untuk meningkatkan infrastruktur transmisi dan distribusi ke standar smart grid, serta penjualan yang kuat dari trafo yang hemat energi dan ramah lingkungan.

    "Pemerintah Indonesia akan terus mendorong eksportir memanfaatkan peluang ini secara optimal guna meningkatkan kinerja ekspor produk trafo daya di tengah kelesuan ekonomi akibat pandemi covid-19. Tentunya hal itu dilakukan dengan tetap memperhatikan ketentuan perdagangan internasional guna menghindari tuduhan serupa di masa yang akan datang," pungkas Pradnyawati.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id