Pasokan Listrik Manokwari dan Flores Barat Masuk Kategori Siaga

    Suci Sedya Utami - 23 September 2020 13:30 WIB
    Pasokan Listrik Manokwari dan Flores Barat Masuk Kategori Siaga
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Awaludin
    Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyatakan dari seluruh wilayah di Indonesia, kondisi sistem tenaga listrik wilayah penugasan PT PLN (Persero) berdasarkan data cadangan operasi menunjukkan posisi siaga untuk Manokwari dan Flores Barat.

    Sementara untuk pasokan tenaga listrik pada sistem kelistrikan Jawa Bali, Sumatra, Kalimantan, dan Indonesia Timur per 13 September, kata Arifin, umumnya berada pada kondisi cadangan terpenuhi.

    "Hanya di Manokwari dan Flores Barat dalam kondisi siaga," kata Arifin dalam acara PLN International Conference 2020 secara daring, Rabu, 23 September 2020.

    Dari data Kementerian ESDM, cadangan operasi di Manokwari sebesar 9,17 megawatt (MW), sedangkan cadangan sistem terhadap beban puncak sebesar 34,18 persen. Sementara di Flores Barat cadangan operasinya sebesar 5,28 MW dengan cadangan sistem terhadap beban puncak 17,06 persen.

    Umumnya di wilayah lain, cadangan operasi berada di atas 10 MW, bahkan hingga ribuan. Adapun wilayah yang paling tinggi cadangan operasinya yakni sistem Jawa Bali mencapai 6.592 MW, sementara yang terendah pun masih berada di atas 10 MW, yakni di Bau-Bau sebesar 10,06 MW.

    Adapun terkait total kapasitas listrik terpasang secara nasional hingga semester I mencapai 71 gigawatt (GW). Angka ini tersebar di Sumatra 14,7 GW, Kalimantan 4,4 GW, Sulawesi 5,6 GW, Jawa-Bali-Nusa Tenggara 44,8 GW, serta Maluku-Papua 1,5 GW.

    Di sisi lain, mengenai konsumsi listrik secara year on year (Juni 2019-Juni 2020), Arifin mengatakan relatif masih tumbuh positif 5,46 persen. Secara wilayah hanya satu sistem yang mengalami pertumbuhan negatif yakni Jawa Bali -17,79 persen.

    Sementara pertumbuhan konsumsi listrik Juni 2020 dibandingkan Januari 2020 mengalami penurunan 7,06 persen, secara wilayah terdapat delapan sistem yang mengalami penurunan lebih dari lima persen yaitu sumbar minus 7,12 persen, Sulawesi Selatan Tenggara (Sulsera) minus 7,68 persen, Bali minus 32,87 persen, Jatim minus 6,33 persen, Jateng minus 6,28 persen, Jabar minus 10,57 persen, Banten minus 12,82 persen, dan Disjaya-Tangerang minus 5,62 persen.

    "Kita bisa ketahui ini disebabkan oleh pandemi covid-19," ujar Arifin.

    Lebih lanjut, mengenai realisasi konsumsi listrik per kapita pada kuartal II-2020 mengalami penurunan 0,79 persen dibanding kuartal I-2020. Hal ini disebabkan adanya wabah covid-19 yang dampaknya sangat berat untuk penjualan listrik PLN yang turun sebesar 6,33 persen dibandingkan kuartal I. 

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id