4 Strategi Pemerintah Capai Substitusi Impor 35% di 2022

    Antara - 26 September 2020 14:58 WIB
    4 Strategi Pemerintah Capai Substitusi Impor 35% di 2022
    Ilustrasi - - Foto: Antara/ Adeng Bustomi
    Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memaparkan strategi dalam mewujudkan target substitusi impor sebesar 35 persen pada 2022. Target tersebut sekaligus dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional.

    “Ada empat strategi yang akan kami jalankan, yakni pendalaman struktur industri, kemandirian bahan baku dan produksi, perlunya regulasi dan insentif yang mendukung, serta mengoptimalkan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN),” kata Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dikutip dari Antara, Sabtu, 26 September 2020.

    Agus mengungkapkan strategi penurunan impor ini akan didorong melalui peningkatan investasi baru. Salah satunya menambah industri farmasi dan industri alat kesehatan ke dalam prioritas program Making Indonesia 4.0.

    Sementara lima sektor prioritas sebelumnya adalah industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, kimia, otomotif, serta elektronik.

    “Dalam implementasinya, kami akan jalankan secara simultan, antara penurunan impor melalui substitusi impor pada sektor industri yang nilai impornya besar, dengan peningkatan utilisasi produksi pada seluruh sektor industri pengolahan,” ungkap dia.

    Adapun Kemenperin membidik utilisasi sektor manufaktur secara keseluruhan sebesar 60 persen hingga akhir tahun ini. Pada 2021, utilisasi bakal digenjot sebesar 75 persen, dan terus dipacu hingga 85 persen di 2022.


    “Sebelum hadir covid-19 di Indonesia, utilisasi industri di Indonesia mencapai 75 persen. Mulai Juni sampai sekarang sudah mulai ada tanda pemulihan, dengan tingkat utilisasi 52 persen. Kinerja gemilang ini tercermin juga dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia di bulan Agustus yang berada pada level 50,8 atau menandakan sedang ekspansif,” sebut Menperin.

    Kemenperin mencatat rencana sejumlah investasi sektor manufaktur pada periode 2019-2023 yang sudah terdaftar di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Total nilainya menembus Rp1,04 triliun dari 12 perusahaan.

    Sektor-sektornya antara lain industri permesinan dan alat mesin pertanian, industri kimia hulu, industri kimia hilir dan farmasi, industri logam (non-smelter), industri smelter, industri elektronika dan telematika, serta industri makanan hasil laut dan perikanan.

    “Total kebutuhan investasinya sebesar Rp197 triliun, kemudian nilai target produksi Rp142 triliun, dan biaya investasi Rp55 triliun. Target produksi ini adalah untuk struktur biaya di luar proses produksi, seperti perizinan, pengadaan lahan dan lainnya,” sebutnya.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id