Mendag Upayakan Kinerja Ekspor Tak Kendor

    Ilham wibowo - 04 Maret 2020 17:35 WIB
    Mendag Upayakan Kinerja Ekspor Tak Kendor
    Mendag (kedua dari kiri) Upayakan Kinerja Ekspor Tak Kendor. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo
    Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengatakan pihaknya telah menyiapkan strategi agar sektor perdagangan tetap tumbuh di tengah ketidakpastian global dan kecemasan wabah korona atau covid-19. Neraca perdagangan Indonesia diupayakan berada di level terbaik pada 2020.

    "Kemendag telah menyusun beberapa strategi peningkatan kinerja perdagangan sejalan dengan arahan Bapak Presiden Joko Widodo," kata dia saat membuka rapat kerja Kemendag 2020 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu, 4 Maret 2020.

    Agus memaparkan fokus utama yang akan dilakukan yakni akselerasi peningkatan ekspor agar defisit neraca perdagangan Indonesia berkurang. Ia optimistis koreksi ke arah positif bisa tercapai pada tahun ini.

    "Memang hambatan dan tantangan yang dihadapi di pasar global semakin berat di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu saat ini, beberapa kendala yang masih dihadapi antara lain masih terjadinya defisit neraca perdagangan Indonesia sebesar USD3 miliar pada 2019," ungkapnya.

    Menurut Agus, faktor-faktor yang mendorong terjadinya defisit tersebut antara lain dipicu oleh impor Indonesia yang tumbuh lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya. Perlambatan ekonomi global juga karena meningkatnya hambatan perdagangan di dunia serta beberapa negara.

    "Pada 2020-2024 sesuai RPJMN ekspor nonmigas ditargetkan tumbuh sebesar 5,2-9,8 persen, sementara neraca perdagangan barang ditargetkan mencapai USD15 miliar pada 2020," paparnya.

    Sekretaris Jenderal Kemendag Oke Nurwan menambahkan transformasi lembaga perwakilan perdagangan di luar negeri menjadi salah satu kunci dalam reformasi birokrasi untuk menggenjot ekspor. Dalam kondisi ekonomi global yang tidak pasti saat ini dan wabah virus covid-19 yang melanda di dunia, perwakilan perdagangan di luar negeri mengemban tugas yang sangat penting dan strategis untuk meningkatkan neraca perdagangan Indonesia.

    Perwakilan perdagangan di luar negeri tersebut meliputi Duta Besar WTO, Atase Perdagangan, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei, dan Konsul Dagang di Hong Kong.

    "Transformasi Perwakilan Perdagangan RI di luar negeri merupakan salah satu upaya Kementerian Perdagangan dalam akselerasi untuk meningkatkan ekspor nonmigas. Akselerasi peningkatan ekspor dan penguatan pasar dalam negeri merupakan dua pilar untuk menjadikan Indonesia negara maju, serta pendorong bagi Indonesia untuk berinovasi dan berkinerja lebih baik," ungkapnya.

    Lanjut Oke, perwakilan perdagangan di luar negeri memiliki peran penting dan ujung tombak peningkatan ekspor Indonesia, yaitu sebagai pusat promosi produk Indonesia, agen pemasaran, dan penyedia market intelligence. Perwakilan perdagangan tidak lagi berperan sebagai perpanjangan tangan birokrasi Indonesia.

    "Untuk itu, perlu strategi khusus untuk menciptakan transaksi. Perwakilan perdagangan harus menjadi agen pemasaran, yaitu menjual; mendekati pembeli; mengenali budaya, pola dan perilaku buyer; dan merebut hati buyer sehingga calon buyer tidak berpikir dua kali dalam melakukan transaksi atas produk Indonesia," kata Oke.

    Menurut Oke, untuk menjalankan perannya dengan baik, perwakilan perdagangan perlu bersinergi dengan para pemangku kepentingan dan pelaku usaha, memahami pasar dan produk yang akan dipasarkan, menciptakan program-program baru, serta membuat analisis transaksi.

    Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) periode 2019-2020 Dody Edward menyampaikan perwakilan perdagangan juga berperan penting atas kesuksesan penyelenggaraan promosi dan misi dagang di luar negeri.

    "Peningkatan peran perwakilan perdagangan sangat krusial. Hal ini karena kesuksesan program tersebut membutuhkan dukungan dan peran aktif dari perwakilan perdagangan di luar negeri yang melakukan persiapan dari sebelum kegiatan promosi dan misi dagang sampai pasca pelaksanaan kegiatan promosi dan misi dagang tersebut sehingga capai transaksi yang ditargetkan,” imbuh Dody.

    Menurut Dody, Kementerian Perdagangan merencanakan program yang terkait dengan promosi nasional terdiri dari misi dagang, promosi terintegrasi, pameran, partisipasi Expo 2020 Dubai, Trade Expo Indonesia, Primaduta, penyusunan intelejen bisnis, ina export, kerja sama Designers Dispatch Service (DDS) & Good Design Indonesia (GDI), serta program export coaching.

    "Kementerian Perdagangan juga mengembangkan layanan satu atap untuk memberikan kemudahan informasi pelayanan untuk ekspor bagi pelaku usaha. Perwakilan perdagangan juga dapat menggunakan satu sistem promosi digital perdagangan. Di sistem ini, perwakilan perdagangan di luar negeridapat melakukan pendaftaran dan verifikasi anggota, membuat permintaan, menginput bisnis intelijen, dan memberikan informasi terkini seputar pameran dagang," paparnya.

    Menurut Dody, perwakilan perdagangan dapat mendukung layanan ini melalui verifikasi data buyer di basis data Kementerian Perdagangan, pemanfaatan inaexport untuk pertemuan buyer dengan eksportir, serta menyampaikan profil eksportir yang dimiliki ke Kementerian Perdagangan termasuk profil eksportir yang mengikuti pameran di negara akreditasi.

    Saat ini, ada enam negara tempat perwakilan perdagangan di dunia yang akan menjadi proyek percontohan. Keenam negara tersebut, yaitu Jepang, Arab Saudi, Korea Selatan, Tiongkok, Uni Emirat Arab, dan Australia.

    Dalam kesempatan ini, Kementerian Perdagangan juga menyelenggarakan perkenalan serta tata cara penggunaan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Pelaporan Perwakilan Perdagangan Secara Elektronik versi 2.0 (Esimppel V2) kepada para perwakilan perdagangan.

    Esimppel V2 adalah sebuah aplikasi yang berfungsi memantau pelaporan serta kinerja para perwakilan perdagangan secara langsung atau real time. Aplikasi tersebut akan memantau berdasarkan indikator dan target yang ditetapkan Kementerian Perdagangan sesuai negara perwakilan.

    Dengan adanya aplikasi Esimppel V2, selain akan memudahkan para perwakilan dalam melakukan pelaporan, juga akan membuat laporan para perwakilan perdagangan menjadi lebih teratur dan lebih tepat, serta akurat.

    Catatan 2019, nilai ekspor migas dan nonmigas Indonesia mencapai USD167,53 miliar atau menurun 6,94 persen dibandingkan 2018 yang mencapai USD180,01 miliar.

    Sedangkan, nilai ekspor nonmigas pada 2018 mencapai USD154,99 miliar atau menurun 4,82 persen dibandingkan2018 yang mencapai USD162,84 miliar. Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia di 2019 mengalami defisit sebesar USD3,19 miliar.

    "Meski masih mengalami defisit, namun neraca perdagangan ini mengalami perbaikan, terjadi penurunan defisit dari 2018 sebesar USD8,69 miliar. Kinerja ekspor nonmigas Indonesia juga tercatat surplus sebesar USD 6,15 miliar," pungkas Dody.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id