Ratusan Kreditur KSP Indosurya Urus Pengembalian Dana

    Medcom - 16 Juli 2020 19:48 WIB
    Ratusan Kreditur KSP Indosurya Urus Pengembalian Dana
    Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
    Jakarta: Ratusan kreditur Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta mulai mengurus pengembalian dana. Mayoritas yang mengurus adalah kreditur lanjut usia dan yang tengah sakit.

    "Sejauh ini sudah ratusan nasabah atau kreditur yang mendaftar, dengan memprioritaskan lanjut usia dan nasabah sakit," kata Ketua Pengurus KSP Indosurya Cipta, Sonia, melalui keterangan tertulis, Kamis, 16 Juli 2020.

    Ribuan anggota atau kreditur telah bersepakat berdamai dengan pengurus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta dalam perkara Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) koperasi tersebut. Pengurus memprioritaskan klaim pengembalian dana bagi kreditur lanjut usia dan dalam kondisi sakit.

    Proses pendaftaran kreditur prioritas ini dibuka sejak 14-21 Juli 2020 dengan sistem daring atau datang langsung ke kantor KSP Indosurya di Grha Surya Kuningan, Jakarta Selatan. Sonia menjelaskan, bagi nasabah yang sakit, dapat dikuasakan dengan melampirkan rekam medis dari rumah sakit, kartu tanda penduduk, bilyet, dan surat kuasa yang identitasnya tidak sesuai bilyet.

    Anggota KSP yang berada di Jakarta maupun luar Jakarta dapat mengurus dananya secara daring melalui laman poskoindosuryaksp.com dengan mengikuti arahan dan petunjuk. Ini dilakukan untuk memenuhi protokol kesehatan dan mencegah penyebaran pandemi covid-19. 

    "Pendaftaraan daring juga ditujukan untuk memudahkan anggota KSP Indosurya," kata dia.

    Sejak dibuka 14 Juli hingga 16 Juli siang, jumlah nasabah yang mendaftar secara daring tercatat 140 orang. Sedangkan mereka yang hadir langsung di kantor KSP Indosurya sebanyak 110 orang.

    Terhadap posko ini, kuasa hukum salah nasabah, Nadhira Marianda Fitri dari Hads Partnership, menyebutkan pihaknya memilih mendaftar langsung ke Indosurya. Anggota yang diwakili mereka dalam kondisi sakit.

    Nadhira menuturkan pengurus Indosurya meminta dokumen rekam medis dari rumah sakit, KTP nasabah, dan bilyet untuk pendaftaran penggantian uang kreditur. "Datang langsung karena memasukkan dokumen rekam medis nasabah dan untuk mendapatkan penjelasan lebih rinci," ujar Nadhira.

    Nadhira mewakili sembilan kreditur mayoritas berusia 60 tahun hingga 70 tahun, serta nasabah yang sakit dengan total dana hampir mencapai Rp40 miliar.

    Baca: Koperasi Indosurya Buka Posko untuk Ajak Kreditur Berdamai

    Nasabah lainnya, Gunawan, berharap sama. Dia mengurus sendiri klaimnya dan berharap KSP Indosurya mempercepat proses pengembalian uang kreditur. Dia sendiri mengaku mengurus pengembalian dana untuk biaya pengobatan yang mendesak.

    "Saya harap segera direalisasikan karena perlu untuk biaya pengobatan," tuturnya.

    Pengambilan voting PKPU KSP Indosurya dilakukan pada Kamis, 9 Juli, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sebanyak 73,41 persen menyatakan sepakat dengan rencana perdamaian Indosurya. Sisanya, sebanyak 26,59 persen menolak damai. 

    Simpulannya, proposal perdamaian yang ditawarkan Indosurya mayoritas diterima nasabah. Persidangan dihadiri 4.724 anggota mewakili 1,1 juta anggota lainnya.



    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id