Dua Stimulus Menteri Teten untuk 64 Juta Pelaku UMKM

    Ilham wibowo - 26 Maret 2020 13:19 WIB
    Dua Stimulus Menteri Teten untuk 64 Juta Pelaku UMKM
    Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo
    Jakarta: Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak semua pihak termasuk swasta, BUMN, dan masyarakat untuk membantu Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tetap berproduksi. Menurut dia, sektor ini sangat membutuhkan bantuan besar agar di tengah penanganan darurat virus korona baru (covid-19) di Tanah Air.

    “Perlu saya jelaskan pelaku UMKM terutama yang sektor mikro ada 64 juta unit usaha, ini bukan persoalan kecil, persoalan besar jadi memang bukan tanggung jawab pemerintah saja tapi swasta dan masyarakat,” kata Teten melalui keterangan tertulisnya, Kamis, 26 Maret 2020.

    Teten mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan dua stimulus khusus untuk menjaga daya beli terhadap produk UMKM. Usulan Teten pun saat ini telah mendapatkan restu Presiden Joko Widodo terutama dalam alokasi anggaran dan mekanisme penyaluran.

    “Kementerian Koperasi dan UKM sedang menyiapkan beberapa program. Salah satunya adalah, memberikan stimulus bagi peningkatan daya beli UMKM dan disetujui oleh Presiden dengan anggaran Rp2 triliun,” ujar Teten.

    Anggaran tersebut akan dituangkan dalam bentuk diskon produk UMKM sebesar 25 persen. Sebanyak dua juta orang target konsumen diharapkan akan memberikan stimulus terhadap daya beli UMKM sebesar Rp10 triliun.

    Selain dana alokasi diskon, kata Teten, bantuan pemerintah juga akan dikeluarkan dalam bentuk dana langsung tunai. Usaha mikro yang mengandalkan usaha harian dan masuk kategori rentan nantinya akan mendapatkan prioritas.

    “Teknisnya ada beberapa model yang sedang kami persiapkan. Kami sedang memberikan stimulus bagi jasa antar termasuk tukang ojek online,” ungkapnya.

    Stimulus bantuan tunai dicontohkan berupa dana Rp3 juta untuk usaha mikro atau ultra mikro yang sudah terdampak covid-19 dari data yang diusulkan dinas di daerah. Kemudian bantuan sebesar Rp2 juta kepada individu yang memiliki usaha mikro. Lalu skema bantuan Rp4 juta bekerja sama dengan BUMN pangan seperti Bulog, serta dalam bentuk subsidi biaya pengantaran usaha mikro yang belum masuk ke platform digital.

    “Kami sudah berkoordinasi dengan BUMN pangan yang siap menjadi off taker untuk mendistribusikan produk pangan ke warung-warung tradisional,” pungkasnya.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id