RS Darurat Wisma Atlet Tangani 102 Pasien Korona

    Suci Sedya Utami, Husen Miftahudin - 24 Maret 2020 12:59 WIB
    RS Darurat Wisma Atlet Tangani 102 Pasien Korona
    Wisma Atlet Kemayoran - - Foto: dok Antara
    Jakarta: Menteri BUMN Erick Thohir menyebut jumlah pasien korona (covid-19) yang ditangani di rumah sakit darurat Wisma Atlet, Kemayoran mencapai 102 orang. Jumlah tersebut bertambah dari posisi Senin 23 Maret, malam yang berjumlah sebanyak 21 orang.

    "Saya tadi pagi dapat info di Wisma Atlet sudah ada 102 pasien," kata Erick dalam virtual konferensi pers, Selasa, 24 Maret 2020.

    Staf khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga menambahkan para pasien masuk ke RS darurat Wisma Atlet setelah dibuka pada Senin sore, 23 Maret 2020 atau pascadiresmikan Presiden Joko Widodo.

    "Ketika dibuka pukul 5 sore kemarin, enggak lama dalam sejam langsung masuk sekitar 30 pasien dan kemudian antrean agak panjang. Karena kita tahu mereka yang enggak bisa masuk rumah sakit rujukan langsung ke wisma atlet," ujar Arya dalam telekonferensi dari Gedung BNPB, Jakarta, Selasa, 24 Maret 2020.

    Arya meminta calon pasien memaklumi keterbatasan alat penguji atau tes covid-19. Pasalnya, antrean di RS Darurat Wisma Atlet mengular sejak Senin malam. Dia bilang butuh waktu untuk mengetahui suspek tidaknya calon pasien yang datang tersebut.

    "Karena butuh tes lab, tes-tes sebagainya itu butuh waktu. Enggak mungkin ada 100 (calon pasien) langsung 100 bisa dilayani karena kita juga alatnya tidak bisa langsung melayani 100 orang secara serentak. Ini mohon maklumi," harapnya.

    Kementerian BUMN juga telah menyiapkan RS Pertamina Jaya (RSPJ) sebagai pusat isolasi penanganan pasien virus korona. Dengan ini, pemerintah memiliki berbagai tempat untuk menangani pasien sesuai dengan tingkatannya.

    Arya menjelaskan, berbagai tempat yang disediakan ini diterapkan sesuai dengan metode yang ditetapkan. Misalnya orang dalam pemantauan (ODP) yang diharapkan mengisolasi diri di rumah.

    Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) akan dimasukkan ke RS Darurat Wisma Atlet. Sedangkan bagi pasien yang telah berstatus sebagai suspek korona akan dibawa ke RS Pertamina Jaya ataupun ke rumah sakit rujukan lainnya.

    "Jadi ada tahapan-tahapannya, tidak bisa semua diserbu ke Wisma Atlet. Nanti kalau melihat peak-nya sampai 8.000 pasien berdasarkan analisa ITB, kita kelabakan juga. Jadi kita sebar sesuai kondisi pasien," ungkap Arya.

    Menurut Arya langkah Kementerian BUMN menangkal penyebaran virus korona di Jakarta akan diduplikasi di beberapa provinsi seperti Semarang, Bandung, dan Surabaya. Kementerian BUMN sedang mencari tempat atau bangunan yang bisa menampung banyak orang untuk dijadikan sebagai rumah sakit darurat seperti Wisma Atlet.

    "Kemungkinannya bekerja sama dengan Kementerian Agama, yaitu dengan memakai asrama haji. Kalau ini dimungkinkan, nanti lokasi-lokasi tersebut kami jadikan rumah sakit darurat untuk korona di beberapa provinsi. Ini disipakan Kementerian BUMN bersama seluruh usaha-usaha di bawah BUMN," tutup Arya.



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id