Kementan Antisipasi Kejatuhan Harga Cabai

    Ilham wibowo - 12 Mei 2020 15:40 WIB
    Kementan Antisipasi Kejatuhan Harga Cabai
    Ilustrasi - - Foto: Antara/Muhammad Adimaja
    Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) mengantisipasi jatuhnya harga cabai lantaran stok salah satu komoditas pangan tersebut melimpah. Sebagian besar wilayah sentra mulai panen raya sejak  April lalu dan diprediksi berlangsung hingga Juli 2020.

    Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto mengatakan melimpahnya hasil panen tersebut tidak sebanding dengan permintaan pasar akibat kebijakan PSBB. Akibatnya terjadi kelebihan pasokan yang berdampak pada jatuhnya harga sehingga petani kekurangan modal untuk menanam kembali.

    Menurutnya kondisi saat ini di luar prediksi karena pihaknya sudah mengatur pola tanam dan membuat peringatan dini dalam bentuk data Early Warning System (EWS).

    "Tujuannya tak lain untuk mencegah terjadinya over supply. Namun yang terjadi saat ini adalah kejadian di luar kendali kami,” kata Prihasto melalui keterangan tertulisnya, Selasa, 12 Mei 2020.

    Meski demikian, Kementan sudah melakukan berbagai upaya untuk menekan jatuhnya harga yakni dengan sistem tunda jual. Sosialisasi sudah dilakukan ke Petugas Dinas Pertanian dan Petani Champion cabai di seluruh wilayah sentra sejak awal April.


    "Teknisnya Direktorat Jenderal Hortikultura memfasilitasi sewa cold storage di beberapa wilayah yang dapat digunakan petani untuk menyimpan hasil panen petani. Nanti dijual ketika harga sudah membaik. Kami juga fasilitasi biaya distribusi dari daerah produksi surplus ke daerah minus," lanjut dia.

    Ia berpesan agar petani lebih cerdas dan tidak kaku dalam berbudidaya misalnya dengan pola budidaya tumpangsari. Sehingga, pendapatan masih bisa terjaga dalam kondisi yang kurang baik.

    "Jadi tidak hanya menanam cabai saja, tapi tumpangsari dengan komoditas lainnya sehingga jika harga cabai jatuh, masih ada pemasukan dari komoditas lain yang masih memberikan keuntungan," ungkap Anton.


    Berdasarkan data EWS Agustus hingga Oktober mendatang, produksi aneka cabai diprediksi akan mengalami surplus nasional yang sangat tipis. Produksi pada September-Oktober diperkirakan hanya sekitar 5.000 ton-9.000 ribu ton.

    Hasil tersebut dampak dari mulai terjadinya musim kemarau dan menurunnya minat tanam petani karena rendahnya harga yang terjadi saat ini.

    "Hal tersebut menjadi perhatian pemerintah. Sehingga dengan kebijakan bantuan benih yang diberikan, kami berharap petani tetap dapat menamam pada Mei-Juni ini sehingga produksi cabai nantinya dapat memenuhi permintaan pasar," tutup Anton.




    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id