Pengalaman Wadirut PLN: Sekali Ngecas, Mobil Listrik Bisa Tahan 4 Hari

    Suci Sedya Utami - 02 Maret 2021 20:20 WIB
    Pengalaman Wadirut PLN: Sekali <i>Ngecas</i>, Mobil Listrik Bisa Tahan 4 Hari
    Wakil Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo - - Foto: dok PLN



    Jakarta: Tren penggunaan kendaraan listrik semakin tinggi di kalangan masyarakat. Bahkan Wakil Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo pun telah beralih menggunakan mobil listrik.

    Ia mengaku daya yang digunakan bisa tahan hingga empat hari untuk sekali pengisian. Darmawan yang tinggal di kawasan BSD, Tangerang itu harus menempuh jarak sekitar 35 kilometer (KM) untuk menuju kantor PLN Pusat, di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Artinya untuk pulang-pergi, Darmawan harus menempuh jarak sekitar 70 KM dalam sehari.






    "Kebetulan saya punya mobil listrik di rumah, itu sekali nge-charge bisa 350 KM. Jadi kalau saya cas di rumah, saya ke kantor 35 KM, bolak balik 70 KM itu bisa empat hari," kata Darmawan  dalam webinar siapkah Indonesia tanpa energi fosil, Selasa, 2 Maret 2021.

    Menurutnya tidak perlu mengisi daya di stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Sebab, sekali mengisi daya di rumah sudah cukup untuk bisa membawa kendaraannya mengitari jalanan Tangerang-Jakarta.

    Lagi pula, kata Darmawan, diperkirakan 80 persen dari pemilik kendaraan listrik akan mengisi daya kendaraan di rumah. Hanya 20 persen yang akan mengisi daya di SPKLU.

    Hingga saat ini terdapat 32 titik SPKLU yang tersebar di 12 kota dan 22 lokasi. Antara lain di kantor-kantor PLN dan beberapa lokasi pusat keramaian seperti pusat perbelanjaan. Selain itu terdapat 33 titik Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) yag tersebar di 33 lokasi di 3 kota, yaitu Banten, Bandung dan Bali.

    PLN juga telah meluncurkan aplikasi PLN Charge.IN guna memudahkan pengguna kendaraan listrik. Aplikasi Charge.IN merupakan yang pertama pada SPKLU bagi konsumen pemilik KBLBB. Dengan aplikasi Charge.IN, pemilik KBLBB bisa mengontrol dan memonitor pengisian baterai mobil atau motor listrik di stasiun-stasiun pengisian atau SPKLU. Aplikasi PLN Charge.IN sudah tersedia di google playstore, sehingga saat ini masyarakat sudah dapat menikmati kemudahan dalam mengisi daya kendaraan listrik.

    PLN telah menyusun roadmap pengembangan SPKLU dengan proyeksi jumlah kumulatif SPKLU pada tahun 2031 sebanyak 31.866 SPKLU yang melayani 327.681 kendaraan bermotor listrik. PLN juga telah melakukan penyusunan roadmap pengembangan SPBKLU.

    Pada 2030 diproyeksikan terdapat 4,6 juta kendaraan listrik R2 di Indonesia pada tahun 2030. Dengan asumsi 50 persen KBLBB R2 adalah battery swap user, diproyeksikan terdapat kebutuhan 2,1 juta battery pack dan 67.000 battery cabinet pada tahun 2030 di dalam ekosistem SPBKLU.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id