Pekerja Asing Lirik Indonesia untuk Bekerja, dari Malaysia hingga Belanda

    Husen Miftahudin - 22 April 2021 21:53 WIB
    Pekerja Asing Lirik Indonesia untuk Bekerja, dari Malaysia hingga Belanda
    Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani



    Jakarta: Chief Marketing Officer SEEK Asia Ramesh Rajandran mengatakan bahwa Indonesia mulai dilirik para pekerja asing. Berdasarkan data, daya tarik Indonesia bagi pekerja global pada 2020 berada di peringkat 53, naik dibandingkan 2014 yang hanya menempati posisi 65.

    "Orang-orang dari Malaysia, Singapura, dan Jepang itu justru sangat tertarik. Bahkan mereka mau untuk bisa pindah (sepenuhnya) dan bekerja di Indonesia," ungkap Ramesh dalam Media Gathering Jobstreet secara virtual, Kamis, 22 April 2021.






    Selain ketiga negara tersebut, ada juga pekerja dari Ghana, Bulgaria, dan Hong Kong yang berkeinginan untuk bekerja di Indonesia. Lalu Belanda, Vietnam, Australia, dan Mesir.

    "Tidak hanya bagi negara-negara Asia saja, ada beberapa pekerja dari negara-negara Eropa Timur, Australia yang mereka juga sangat tertarik karena merasa lingkungan pekerjaan di Indonesia ini menarik bagi mereka," tuturnya.

    Menurut Ramesh, peningkatan ini didorong perkembangan teknologi digital dan bekerja jarak jauh (remote). Sebab tidak sedikit dari mereka yang ingin bekerja untuk perusahaan yang ada di Indonesia tanpa perlu pindah secara fisik.

    "Ini karena adanya perubahan bahwa bekerja sekarang bisa dilakukan secara remote dengan menggunakan aplikasi-aplikasi seperti Zoom dan Google Meet. Jadi lebih menarik bagi mereka untuk bekerja di perusahaan-perusahaan Indonesia tapi bisa dilakukan dari manapun mereka berada," sebutnya.

    Sementara selama pandemi, orang Indonesia yang berkeinginan untuk bekerja di luar negeri mengalami penurunan. Pada 2014, sebanyak 76 persen responden menyatakan keinginannya untuk bekerja di luar negeri.

    Kemudian pada 2018, angkanya mengalami penurunan menjadi sebanyak 51 persen. Lalu pada tahun 2020, orang-orang Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri hanya sebanyak 46 persen.

    "Dilihat dari segmen talent-nya, dari 46 persen orang Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri, sebanyak 47 persen di antaranya generasi muda dan 57 persen lainnya berpendidikan tinggi. Ini artinya, lebih banyak yang ingin stay di Indonesia untuk bisa membangun ekonomi dalam negeri," ungkap Ramesh.

    Ketidakpastian yang tinggi menjadi faktor utama orang-orang Indonesia enggan bekerja di luar negeri. Kemudian banyaknya pelarangan dan aturan sehingga menyulitkan untuk pergi bekerja di luar negeri.

    "Banyak yang masih tidak tahu pandemi covid ini ke depannya seperti apa, bertahan berapa lama lagi, nanti pekerjaannya juga harus beradaptasi seperti apa. Sekarang, banyak sekali pelarangan-pelarangan untuk berpergian, dan banyaknya aturan-aturan yang menyulitkan kalau kita harus pergi ke luar negeri," pungkas Ramesh.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id