Sebanyak 257,67 Ton Bungkil Sawit Kaltim akan Diekspor ke Tiongkok

    Antara - 17 Januari 2021 09:50 WIB
    Sebanyak 257,67 Ton Bungkil Sawit Kaltim akan Diekspor ke Tiongkok
    Kelapa Sawit. Foto : AFP.
    Samarinda: Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Karantina Pertanian Samarinda pada 2021 memberikan fasilitasi ekspor produk sampingan sawit berupa bungkil sebanyak 252,67 ton dengan negara tujuan Tiongkok.

    Bungkil inti sawit atau Palm Kernell Expeller (PKE) dengan nilai mencapai Rp410,3 juta ini merupakan produk samping dari olahan sawit yang masih memiliki fraksi nutrisi. Yakni berupa selulosa, lemak, protein, arabinoksilan, glukoronoxilan serta mineral yang dapat dimanfaatkan untuk bahan campuran pakan ternak.

    "Ini pengiriman pertama diawal tahun, walaupun masih dalam kondisi pandemi covid-19 yang serba terbatas, alhamdulilah ekspor pertanian asal Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Samarinda tetap berjalan," kata Kepala Karantina Pertanian Samarinda, Cahyono saat menyerahkan sertifikat fitosanitari kepada PT Pesud Abadi Mahakam, di Samarinda, dikutip dari Antara, Minggu, 17 Januari 2021.

    Menurut Cahyono, sertifikat ekspor yang diberikan oleh pihaknya selaku otoritas karantina pertanian setelah komoditas PKE ini melalui serangkaian pemeriksaan dan pengawasan.

    "Kami pastikan komoditas ekspor ini sehat dan aman serta dapat diterima dinegara tujuan," tambahnya.

    Cahyono menjelaskan dari data pada sistem perkarantinaan, IQFAST diwilayah kerjanya tercatat di 2020 sebanyak 589,9 ton PKE senilai Rp950,4 juta berhasil dibukukan.

    "Tentunya dengan awal tahun dan keran ekspor sudah dibuka bisa jadi awal yang baik," tambahnya.

    Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil memberikan apresiasi terhadap perusahaan eksportir yang turut menggaungkan program upaya peningkatan ekspor melalui Gerakan Tiga Kali Ekspor Komoditas Pertanian (Gratieks).

    "Kementerian Pertanian sendiri terus berupaya memberikan fasilitasi terhadap program ini. Baik untuk pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dapat dimanfaatkan atau pendampingan teknis dan lainnya," kata Jamil.

    Jamil berharap Provinsi Kaltim dapat menggali lagi potensi komoditas lain yang dapat didorong menjadi komoditas unggulan ekspor.

    Hal ini sejalan dengan atahan Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo) yakni meningkatkan ekspor pertanian tidak melulu dari sawit, namun dari ragam komoditas lain.

    "Untup mapping-nya dapat dilihat pada aplikasi peta potensi ekspor, sudah kami siapkan. Silahkan mengaksesnya atau kunjungi klinik agro ekspor di kantor karantina pertanian terdekat," pungkas Jamil.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id