Legislator Dukung Garuda Indonesia Kembalikan 12 Pesawat Bombardier

    Antara - 13 Februari 2021 10:11 WIB
    Legislator Dukung Garuda Indonesia Kembalikan 12 Pesawat Bombardier
    Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO



    Jakarta: Anggota Komisi VI DPR RI Mahfudz Abdurrahman mendukung langkah yang dilakukan maskapai Garuda Indonesia untuk mengembalikan 12 pesawat Bombardier CRJ1000 NextGen. Diharapkan agar manajemen maskapai tersebut dapat mengelola tata kelola perusahaan dengan lebih baik ke depan.

    "Kita dukung penuh tekad Garuda untuk mengembalikan 12 pesawat tersebut, buat apa dipertahankan. Jadi beban yang berat untuk kita," kata Mahfudz Abdurrahman, dilansir dari Antara, Sabtu, 13 Februari 2021.




    Menurutnya Garuda sebagai maskapai milik pemerintah harus dibenahi dan ditertibkan, supaya bisa meraih untung dan mandiri, tidak sebaliknya menjadi beban pemerintah. Pembenahan itu, ujar dia, termasuk membenahi kontrak-kontrak pembelian dan penyewaan pesawat yang disinyalir bermasalah dan ujungnya membuat maskapai penerbangan tersebut merugi.

    "Ini harus dijadikan momentum untuk menertibkan semua hal yang belum beres di Garuda," tegasnya.

    Mahfudz menambahkan Garuda Indonesia menanggung kerugian yang besar selama mengoperasikan pesawat tersebut, karena sejak 2012 Garuda menanggung rugi sebesar USD30 juta atau setara Rp419 miliar per tahun. Ia berpendapat sejak awal pemilihan pesawat tersebut dinilai tidak tepat karena karakteristik pesawat tersebut tidak cocok di Indonesia.

    "Landasan bandara kita pendek, belum lagi kapasitas bagasi pesawat tersebut kecil dan biaya perawatan yang mahal. Kita tidak paham, kenapa Direksi Garuda pada masa itu memilih pesawat ini. Salah pilih yang bikin Garuda menanggung perih," ucapnya.

    Terkait dengan ancaman gugatan dari Nordic Aviation Capital kepada Garuda, secara tegas Mahfudz Abdurrahman menyampaikan agar pihak maskapai penerbangan nasional itu jangan takut.

    Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan bahwa manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memutuskan untuk mengakhiri kontrak sewa dan mengembalikan 12 pesawat Bombardier CRJ 1000 kepada Nordic Aviation Capital (NAC) yang akan jatuh tempo pada 2027.

    "Kita memutuskan untuk mengembalikan 12 pesawat Bombardier CRJ 1.000 untuk mengakhiri kontrak kepada NAC. Tentu keputusan ini ada landasannya, kita tahu bagaimana kami mempertimbangkan tata kelola perusahaan yang baik transparan akuntabilitas dan profesional," ujar Menteri Erick.

    Ia menyampaikan keputusan itu melihat keputusan KPK Indonesia dan juga penyelidikan Serious Fraud Office (SFO) Inggris terhadap indikasi pidana suap dari pihak pabrikan kepada oknum pimpinan Garuda saat proses pengadaan pesawat 2011 lalu. Selain itu, lanjut Erick, keputusan mengakhiri kontrak sewa pesawat juga untuk efisiensi biaya.

    Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan perseroan memiliki 18 pesawat Bombardier, sebanyak 12 pesawat sewa dari NAC dengan skema operating lease hingga 2027. "Apabila kita terminasi sampai akhir masa kontrak (2027) kita akan menyimpan lebih dari USD220 juta. Ini sebuah upaya untuk mengurangi kerugian," pungkasnya.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id