Kemendag: Neraca Dagang Pertanian Defisit USD2,81 Miliar

    Antara - 20 Oktober 2020 08:29 WIB
    Kemendag: Neraca Dagang Pertanian Defisit USD2,81 Miliar
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
    Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat neraca perdagangan produk pertanian periode Januari-Agustus 2020 mengalami defisit sebesar USD2,81 miliar. Jika dirinci nilai ekspor USD2,4 miliar dan impor USD5,21 miliar.

    Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Kasan Muhri mengatakan produk-produk pertanian Indonesia banyak diserap oleh negara besar, salah satunya Tiongkok. Namun demikian, potensi ekspor sejumlah komoditas, termasuk buah-buahan masih bisa dimanfaatkan lebih besar lagi.

    "Saya catat misalnya buah naga, sarang burung walet, pisang. Semuanya sudah diekspor dan daya saing cukup baik, namun belum sepenuhnya bisa memanfaatkan potensi besar di Tiongkok," kata Kasan, dikutip dari Antara, Selasa, 20 Oktober 2020.

    Pada periode Januari-Agustus 2020 Kemendag mencatat ekspor produk pertanian Indonesia yang terbesar adalah ke Tiongkok dengan nilai USD471 juta, kemudian diikuti Amerika Serikat, Jepang, Malaysia, Hong Kong, dan Singapura.

    Namun, Kasan menyebutkan Tiongkok selain sebagai negara tujuan ekspor terbesar, juga menjadi negara asal impor terbesar Indonesia. Tiongkok merupakan negara impor produk pertanian terbesar bagi Indonesia dengan porsi 19,6 persen.

    Adapun pertanian memang menjadi salah satu sektor yang tumbuh positif selama masa pandemi covid-19 yakni sebesar 2,19 persen pada kuartal II-2020. Sektor pertanian menjadi kontribusi terbesar terhadap PDB Indonesia sebesar 15,48 persen. Di saat yang sama, sektor lainnya berkontraksi cukup dalam, seperti industri, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan.

    "Dalam konteks pertumbuhan selama covid-19 sampai semester I-2020 memang produk pertanian masih tetap tumbuh, sedangkan yang lain mengalami kontraksi termasuk perdagangan," kata Kasan.

    Oleh karena itu Kemendag mendorong agar produk pertanian unggulan ekspor, seperti kopi, sayuran, buah pinang, kelapa, cengkeh, dan lada, untuk dapat memaksimalkan volume ekspornya.

    Dalam catatan Kemendag ekspor sejumlah komoditas pertanian melonjak tinggi pada periode Januari-Agustus 2020. Ekspor sayuran tercatat naik 68,69 persen, kelapa 189,19 persen, jambu, mangga, dan manggis 134,49 persen, dan pala meningkat 32,17 persen.

    Sementara itu ekspor pertanian di sejumlah negara lainnya pada periode Januari-Agustus 2020 mengalami pertumbuhan signifikan, bahkan mencapai tiga digit, yakni Iran 297,47 persen, Spanyol 19,17 persen, dan Filipina 100,59 persen, dibandingkan periode yang sama 2019.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id