Tenaga Kerja Bersertifikat Kompetensi Capai 4,9 Juta Orang

    Suci Sedya Utami - 01 Desember 2020 20:59 WIB
    Tenaga Kerja Bersertifikat Kompetensi Capai 4,9 Juta Orang
    Ilustrasi sertifikasi tenaga kerja - - Foto: Medcom
    Medan: Badan Nasional Sertifikasi Kompetensi (BNSP) mencatat jumlah tenaga kerja yang telah memiliki sertifikasi kompetensi mencapai 4,9 juta pekerja hingga 2020.

    Sementara jumlah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) terlisensi telah mencapai 1.827 dengan rincian LSP P1 sebanyak 1.448l; LSP P2 sebanyak 81; dan LSP P3 sebanyak 308.

    Kemudian jumlah asesor kompetensi yang teregistrasi sebanyak 41.770 orang dengan jumlah tempat uji kompetensi (TUK) sebanyak 15.254 di seluruh Indonesia.


    "Sampai saat ini, jumlah tenaga kerja bersertifikat kompetensi sebanyak 4.926.635 orang," kata Komisioner BNSP Bonardo Aldo Tobing saat membuka Rapat Koordinasi LSP 2020 di Hotel JW Marriott Medan, Sumatra Utara, Selasa, 1 Desember 2020.

    Rakor ini dihadiri peserta yang berasal dari dinas-dinas terkait dan LSP P1 dan P2 di daerah Sumatra Utara, Sumatra Barat, Pekanbaru, dan Sumatra Selatan. Sementara itu, peserta yang mengikuti secara online sebanyak 100 orang dari LSP P1 dan P2 daerah Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, dan Lampung.

    Menurut Bonardo, sertifikat kompetensi tengah menjadi topik pembicaraan di kalangan profesional. Sertifikasi kompetensi memiliki peran yang sangat penting dan strategis di era globalisasi. Dengan adanya sertifikat tersebut, tenaga kerja bebas bekerja di negara mana pun asalkan dapat memenuhi standar keterampilan atau kompetensi yang telah ditetapkan.

    Ia menjelaskan tenaga kerja bisa dikatakan kompeten jika mencakup tiga hal yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap atau perilaku. Dengan demikian, tenaga kerja diharapkan dapat berkompetensi dengan kompetensi yang ada di industri.

    "Sedangkan industri diharapkan aktif berpartisipasi untuk mengembangkan kompetensi kerja dalam dinamika perkembangan teknologi yang sangat cepat," tutur dia.

    Adapun sistem sertifikasi kompetensi dapat digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia, sekaligus meningkatkan penghargaan industri pada tenaga kerja dengan kualifikasi kompetensi tertentu.

    Sertifikasi kompetensi juga dapat digunakan sebagai acuan dalam kebijaksanaan pengembangan kompetensi tenaga kerja dan sebagai pertimbangan dalam penyusunan rencana strategis penyusunan pengembangan industri di Indonesia. Hal ini dapat memperkecil jarak dan ketidaksesuaian antara tenaga kerja dan industri, serta antara usaha dan dunia kerja.


    “Penyusunan standar kompetensi ini mengacu pada berbagai standard baik dari dalam maupun luar negeri, sehingga sertifikasi kompetensi yang dihasilkan diharapkan dapat setara dengan kompetensi di negara lainnya,” pungkasnya.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id