AP I Dukung Peningkatan Ekonomi Lewat Pengembangan Bandara

    Suci Sedya Utami - 30 Oktober 2020 19:20 WIB
    AP I Dukung Peningkatan Ekonomi Lewat Pengembangan Bandara
    Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) Kulon Progo - - Foto: dok PTPP
    Jakarta: PT Angkasa Pura I (Persero) mendukung peningkatan nilai ekonomi dan sosial untuk Indonesia melalui pengembangan bandara. Di antaranya peresmian Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin dan Bandara Internasional Yogyakarta.

    "Kontribusi positif Angkasa Pura I terus meningkat dari tahun ke tahun yang dapat dilihat dari bertambahnya kapasitas bandara-bandara kelolaan melalui pembangunan bandara baru dan pengembangan bandara existing," kata Direktur Utama AP I Faik Fahmi dalam keterangan resmi, Jumat, 30 Oktober 2020.

    Saat ini, perseroan juga tengah mengerjakan beberapa proyek pengembangan bandara. Salah satunya  proyek pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Nantinya terminal penumpang akan diperluas menjadi 166.815 meter persegi yang dapat menampung 15 juta penumpang per tahun dari luasan terminal eksisting 51.815 meter persegi dengan kapasitas tujuh juta penumpang per tahun.

    Selain itu, apron juga akan diperluas menjadi 385.346 meter persegi (kapasitas 53 parking stand) dari luasan existing yang hanya 185.500 meter persegi (kapasitas 42 parking stand).

    Kemudian proyek pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sudah mulai pekerjaan desain dan perluasan terminal 1 serta apron selatan-timur. Hingga akhir September 2020, progress pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar telah mencapai 55,17 persen dan ditargetkan dapat selesai pada Mei 2021.

    AP I juga tengah mengembangkan Bandara Internasional Lombok Praya untuk mendukung pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika yang menjadi lokasi penyelenggaraan MotoGP 2021. Pengembangan yang dilakukan yaitu perpanjangan landas pacu (runway) dari 2.750 meter menjadi 3.330 meter, perluasan terminal menjadi 40 ribu meter persegi yang dapat menampung tujuh juta penumpang per tahun. Hingga 24 Oktober 2020, progress proyek pengembangan Bandara Internasional Lombok mencapai 40 persen dengan target penyelesaian pada Februari 2021.

    Sementara untuk pengembangan Bandara Juanda Surabaya mencakup perluasan Terminal 1 beserta pembenahan interior dan fasilitas penunjangnya, overlay runway 10-28, rekonstruksi apron B Terminal 2, dan perluasan terminal kargo internasional. Perluasan Terminal 1 menjadi 91.700 meter persegi dari 62.700 meter persegi akan menambah kapasitas Terminal 1 menjadi 13 juta penumpang per tahun dari yang saat ini hanya tujuh juta per tahun. Perluasan Terminal I Bandara Juanda ini selesai 100 persen pada November ini.

    Untuk mendukung pengembangan pariwisata Likupang sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas, AP I mengembangkan Bandara Sam Ratulangi Manado melalui perluasan terminal penumpang menjadi 57.296 meter persegi dari 26.481 meter persegi.

    Dengan perluasan ini, kapasitas terminal tersebut meningkat menjadi 5,7 juta per tahun dibanding sebelumnya yang hanya 2,6 juta per tahun. Hingga 25 Oktober 2020, progress pengembangan Bandara Sam Ratulangi Manado telah mencapai 55 persen dan ditargetkan dapat selesai pada Desember 2020.


    Sedangkan perluasan terminal penumpang Bandara El Tari Kupang telah rampung pada Mei 2020 lalu. Terminal penumpang Bandara El tari Kupang yang sebelumnya hanya dapat menampung satu juta penumpang per tahun dengan luasan 7.642 meter persegi, kini kapasitasnya bertambah menjadi 2,8 juta penumpang per tahun dengan luasan sebesar 16.400 meter persegi.

    Angkasa Pura I juga aktif melakukan ekspansi bisnis melalui kerja sama dengan Incheon International Airport Corporation (IIAC) untuk membangun konsorsium terkait  seleksi pengadaan badan usaha pelaksana proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) Bandara Hang Nadim Batam serta kerja Safe Corridor Initiative (SCI) Incheon-Denpasar. Selain dengan IIAC, AP I juga melakukan kerja sama dengan PT Gudang Garam Tbk terkait rencana kerja sama pengusahaan Bandara Dhoho Kediri.

    “Pengembangan bandara-bandara Angkasa Pura I dilakukan untuk memperluas konektivitas dan meningkatkan kapasitas trafik angkutan udara di wilayah tengah dan timur Indonesia sehingga dapat mendukung arus wisatawan mancanegara ke berbagai wilayah di Indonesia. Pada akhirnya pengembangan juga dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian Indonesia,” jelas Faik.  

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id