Menaker: Ada 4 Urgensi Pengesahan RUU Cipta Kerja

    Annisa ayu artanti - 12 Oktober 2020 13:21 WIB
    Menaker: Ada 4 Urgensi Pengesahan RUU Cipta Kerja
    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. Foto: MI/Moh. Irfan.
    Jakarta: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah membeberkan empat urgensi pengesahan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja kepada 24 rektor universitas di Indonesia.

    Urgensi pertama, katanya, perpindahan lapangan kerja ke negara lain. Kedua, daya saing pencari kerja relatif rendah dibandingkan negara lain. Ketiga, penduduk yang tidak dan belum bekerja akan semakin tinggi. Lalu keempat, Indonesia terjebak dalam middle income trap.

    "Dengan RUU Cipta Kerja kita harapkan adanya perubahan struktur ekonomi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan perluasan kesempatan kerja," jelas Ida dalam keterangan tertulis, Senin, 12 Oktober 2020.

    Selain itu, Ida juga menyatakan alasan mengapa Undang-Undang Cipta Kerja dibutuhkan karena situasi persaingan global yang semakin ketat. Situasi tersebut membutuhkan sumber daya manusia yang lebih unggul. Di sisi lain, tingkat produktivitas pekerja Indonesia masih yang terendah di Asia, yaitu 74,8.

    Padahal rata-rata negara Asia tingkat produktivitasnya mencapai 78,2. Undang-Undang baru ini diharapkan menjadi modal untuk membuat Indonesia tahan banting terhadap persaingan global.

    Lebih lanjut, Ida juga menekankan pentingnya perubahan struktur dan pertumbuhan ekonomi yang mensyaratkan saat ini dengan sejumlah langkah di bidang ketenagakerjaan. Ia menyebut perlu penciptaan lapangan kerja sebanyak 2,7 juta-3 juta per tahun untuk menampung 9,29 juta orang yang tidak dan belum bekerja.

    "UU Cipta Kerja adalah salah satu instrumen untuk mempercepat hal ini," ujarnya

    Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) sekaligus Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria mengatakan diskusi mengenai Undang-Undang Cipta Kerja ini memperkuat komunikasi dan silaturahmi sehingga mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang substansi Undang-Undang Cipta Kerja.

    "Ini kesempatan sangat baik juga bagi para rektor untuk memberi masukan kepada Pemerintah baik tentang substansi maupun aspek hukum Undang-Undang Cipta Kerja," ucap Arif.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id