Bantu Jaga Stabilitas Ekonomi, Kadin Genjot Produktivitas Pangan Lewat Skema Ini

    Husen Miftahudin - 18 November 2020 12:59 WIB
    Bantu Jaga Stabilitas Ekonomi, Kadin Genjot Produktivitas Pangan Lewat Skema Ini
    Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani - - Foto: Medcom/ Husen Mitahudin
    Jakarta: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia siap membantu pemerintah menjaga stabilitas perekonomian nasional lewat peningkatan produktivitas pangan strategis. Maklum, akibat pandemi covid-19 membuat ekonomi Indonesia terkena resesi.

    "Salah satu faktor yang dapat diandalkan untuk menjaga stabilitas ekonomi, sosial, dan politik dalam situasi pandemi sekarang ini adalah meningkatkan pertumbuhan sektor pangan yang sangat strategis. Karena pembangunan ekonomi akan berkelanjutan apabila didukung oleh ketersediaan pangan," ucap Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani dalam acara Jakarta Food Security Summit (JFSS) Kelima secara virtual di Jakarta, Rabu, 18 November 2020.

    Rosan menjelaskan bahwa pada kuartal kedua dan ketiga 2020, subsektor tanaman pangan tumbuh masing-masing sebesar 9,32 persen dan 7,14 persen. Angka pertumbuhan ini menjadi yang tertinggi selama tiga tahun terakhir. Secara keseluruhan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan pada kuartal kedua dan ketiga 2020 tetap tumbuh positif di tengah pandemi covid-19 masing-masing sebesar 2,19 persen dan 2,18 persen.


    Raihan positif tersebut ditopang oleh pertumbuhan di sektor pertanian. Sedangkan subsektor perkebunan seperti sawit, tanaman kopi, cokelat, kelapa, kakao, dan produk turunannya juga mengalami pertumbuhan positif meskipun kecil. Ia mengharapkan di kuartal IV-2020 subsektor tersebut dapat meningkat signifikan.

    "Jika sektor agroindustri tanaman pangan termasuk peternakan dan perikanan dapat dikelola secara terintegrasi mulai dari hulu on farm sampai hilir, maka akan dapat memberikan sumbangan kepada pembangunan ekonomi nasional. Terutama dalam penyediaan pangan," tegasnya.

    Sebagai negara agraris dan negara maritim, sektor pertanian dalam arti luas termasuk pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan, merupakan sumber pendapatan sekaligus sumber mata pencaharian bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Dalam hal ini peran sektor pertanian sebagai lapangan kerja masih tetap dominan.


    Mencermati tingginya permintaan di sektor pangan di dalam dan di luar negeri, sektor ini punya potensi besar untuk bertumbuh. Karena itu pertumbuhan sektor ini perlu diberikan prioritas di masa mendatang karena sektor ini dapat diandalkan untuk mengurangi jumlah pengangguran terbuka, menyejahterakan masyarakat, dan mengentaskan kemiskinan.

    Selain itu, sambung Rosan, sektor ini juga merupakan leading sector yang memberikan kontribusi signifikan dalam pencapaian tujuan-tujuan pembangunan berkesinambungan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yakni mewujudkan kesejahteraan manusia dan planet bumi. Dalam kaitan itu, program pertanian berkelanjutan sebagai sebuah sistem pembangunan yang terintegrasi seyogianya dijadikan pedoman dalam pembangunan pertanian di Indonesia.

    "Untuk mendorong dan mewujudkan ketahanan pangan nasional diperlukan kebijakan pemerintah yang konsisten, terutama dalam masa pandemi dan pascapandemi. Sehingga bisa memajukan sektor pangan dan membuat Indonesia menjadi lumbung pangan untuk memenuhi kebutuhan pangan domestik dan kebutuhan pangan dunia," ungkap dia.

    Kadin telah membuktikan bahwa sektor pangan mampu tumbuh di tengah pandemi covid-19. Karena itu, ia meminta semua pemangku kepentingan harus mengembangkan strategi yang mantap dan mendorong kesepakatan bersama untuk memajukan sektor pangan termasuk pada masa pascapandemi covid-19.

    "Dalam kesempatan Jakarta Food Security Summit Kelima ini, Kadin ingin mengajukan konsep inclusive closed loop yang telah terbukti dapat meningkatkan produktivitas pangan dan kesejahteraan petani kelapa sawit dan cabai. Kadin berharap agar konsep ini dapat diterapkan untuk komoditas pangan lainnya," ucap Rosan.

    Inclusive closed loop merupakan skema yang menghubungkan petani dengan pemerintah, lembaga keuangan, perusahaan, dan ritel. Skema ini mensinergikan seluruh mata rantai pertanian untuk menciptakan efisiensi di sektor pangan.

    Pada kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendukung penuh langkah Kadin mendorong produktivitas pertanian dengan cara-cara baru yang lebih inovatif dan efisien. Selain mampu meningkatkan pangan berkualitas dengan harga terjangkau, cara-cara baru ini juga bisa memperbaiki daya dukung lingkungan dan mensejahterakan para petani.

    "Kita harus melompat dengan cara-cara baru dengan skala produksi yang lebih besar, dengan peran sentral korporasi petani, mengedepankan nilai tambah di tahap on farm maupun off farm, dan berbasis teknologi modern yang efisien dan lebih produktif, serta memberikan kesejahteraan yang lebih baik pada para petani dan sektor-sektor pendukungnya," ujar Presiden.

    Jokowi berharap para pengusaha yang tergabung di Kadin menjadi bagian dalam cara-cara baru ini. "Inisiatif Kadin berupa skema inclusive closed loop perlu untuk terus dikembangkan, terutama dalam mengembangkan kemitraan antarpemangku kepentingan yang saling menguntungkan, dari hulu sampai di hilir," pungkas Jokowi.  


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id