Terancam Gagal Panen, Petani Kalbar Diimbau Ikut Program AUTP

    M Studio - 21 Juli 2021 22:01 WIB
    Terancam Gagal Panen, Petani Kalbar Diimbau Ikut Program AUTP
    Untuk mencegah kerugian akibat gagal panen, Kementerian Pertanian mengingatkan petani mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) atau asuransi pertanian (Foto:MI/Immanuel Antonius)



    Jakarta: Para petani di Dusun Sidorejo, Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat (Kalbar), terancam gagal panen setelah ratusan hektare sawah terendam banjir, beberapa hari lalu. Untuk mencegah kerugian, Kementerian Pertanian (Kementan) mengingatkan petani agar ikut program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) atau asuransi pertanian.

    Asuransi petani merupakan program untuk memproteksi petani agar tak mengalami kerugian ketika terjadi gagal panen. Pertanian memang merupakan sektor yang rentan terhadap terjadinya gagal panen baik yang disebabkan perubahan iklim maupun serangan OPT (organisme pengganggu tanaman).

     



    "Dengan mengikuti program AUTP, petani akan tenang dalam mengembangkan budidaya pertanian karena akan mendapat pertanggungan ketika terjadi gagal panen," kata
    Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dikutip siaran pers, Rabu, 21 Juli 2021.

    Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil memberikan penjelan lebih lanjut mengenai program proteksi AUTP. Dengan memiliki AUTP, Petani tetap dapat berproduksi dan meningkatkan produktivitas, meski telah gagal panen. Sebab, pertanggungan yang diberikan memungkinkan petani melanjutkan budidaya pertanian.

    "Ketika mengalami gagal panen, AUTP akan memberikan pertanggungan sebesar Rp6 juta per hektare per musim. Jadi, petani tetap memiliki modal untuk memulai usahanya kembali," ucap Ali Jamil.

    Tak hanya itu, AUTP akan meningkatkan kesejahteraan petani karena dengan pertanggungan yang didapat, maka petani tak perlu khawatir gagal panen akan membuat mereka rugi.

    "AUTP ini juga menjamin bahwa tingkat kesejahteraan petani akan terjaga. Artinya, program AUTP sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian nasional kita, yaitu menyediakan pangan bagi seluruh rakyat, meningkatkan kesejahteraan petani, dan menggenjot ekspor," ucap Ali Jamil.

    Mengenai tata cara mengikuti program AUTP, Direktur Pembiayaan Ditjen PSP Kementan Indah Megahwati menjelaskan petani harus terlebih dahulu bergabung dalam kelompok tani. "Lalu, mendaftarkan lahan yang akan mereka asuransikan sebelum berusia 30 hari," kata Indah. 

    Mengenai pembiayaan, Indah menyebutkan petani cukup membayar premi Rp36 ribu per hektare per musim tanam dari premi AUTP sebesar Rp180 ribu per hektare per musim tanam.

    "Sisanya sebesar Rp144 ribu disubsidi pemerintah melalui APBN. Ada banyak manfaat dari program AUTP ini yang tentunya dengan biaya ringan," ucapnya.

    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id