Nilai Tukar Petani Agustus 2020 Naik 0,56%

    Husen Miftahudin - 01 September 2020 14:23 WIB
    Nilai Tukar Petani Agustus 2020 Naik 0,56%
    Ilustrasi buruh tani - - Foto: dok MI
    Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai tukar petani (NTP) pada Agustus 2020 mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya. NTP bulan ini berada di angka 100,65 atau naik sebesar 0,56 persen dari Juli 2020.

    "Kalau kita lihat pada Agustus 2020 ini NTP nasionalnya adalah sebesar 100,65. Kalau kita bandingkan dengan posisi pada Juli 2020, berarti NTP ini naik tipis 0,56 persen," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam telekonferensi di Jakarta, Selasa, 1 September 2020.

    Menurutnya, kenaikan NTP di Agustus 2020 dikarenakan indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 0,39 persen. Sementara indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami penurunan sebesar 0,17 persen.

    "Kenaikan NTP pada Agustus 2020 disebabkan oleh kenaikan indeks harga hasil produksi pertanian, sementara indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga mengalami penurunan meskipun indeks harga untuk keperluan produksi pertanian meningkat," papar Suhariyanto.

    Kenaikan NTP Agustus 2020 juga dipengaruhi oleh naiknya NTP di tiga subsektor pertanian, yaitu NTP Subsektor Tanaman Pangan sebesar 0,45 persen, Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 2,81 persen, dan Subsektor Perikanan sebesar 0,31 persen.

    "Sementara itu, NTP pada dua subsektor lainnya mengalami penurunan, yaitu Subsektor Tanaman Hortikultura sebesar 1,98 persen dan Subsektor Peternakan sebesar 1,31 persen," urai dia.

    Lebih rinci Suhariyanto menjelaskan, NTP Subsektor Tanaman Pangan disebabkan adanya kenaikan harga gabah dan kacang tanah. Hal ini berbeda dengan kondisi NTP Subsektor Tanaman Hortikultura yang mengalami penurunan cukup dalam lantaran penurunan It petani jauh lebih tajam dibandingkan dengan penurunan Ib petani.

    "Penerimaan petani hortikultura pada bulan Agustus ini juga menurun karena adanya penurunan harga bawang merah, tomat, dan juga beberapa harga buah-buahan seperti jeruk dan pisang yang menyebabkan deflasi untuk IHK (Indeks Harga Konsumen)," tuturnya.

    Untuk NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat mengalami kenaikan karena It petani naik. Hal ini terjadi karena adanya kenaikan harga untuk beberapa komoditas perkebunan utamanya kelapa sawit dan karet yang menyebabkan It petani tanaman perkebunan naik.

    "Sedangkan indeks harga yang dibayarkan turun, sehingga khusus untuk tanaman perkebunan rakyat ini NTP-nya naik lumayan besar yaitu 2,81 persen," ucap Suhariyanto.

     

    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id