Maskapai Bisa Refund Tiket Pakai Voucher

    Suci Sedya Utami, Kautsar Widya Prabowo - 24 April 2020 06:49 WIB
    Maskapai Bisa <i>Refund</i> Tiket Pakai <i>Voucher</i>
    Ilustrasi. FOTO: Media Indonesia
    Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melarang pesawat komersial beroperasi mulai 24 April hingga 1 Juni 2020 menyusul adanya larangan mudik Lebaran. Namun banyak penumpang yang telah memesan tiket mudik sebelum kebijakan tersebut diberlakukan.

    Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Novie Riyanto mengatakan para penumpang yang terlanjur membeli tiket bisa mengajukan pengembalian (refund). Namun refund tersebut tidak harus diberikan oleh maskapai yang bersangkutan dalam bentuk tunai (cash).

    Novie mengatakan refund bisa diberikan dalam bentuk kupon atau voucher dengan nilai yang sama seperti tiket yang dibeli sebelumnya. "Airlines tidak ada kewajiban mengembalikan uang cash, tapi (bisa) dalam bentuk voucher yang 100 persen sama nilainya dengan yang sudah dikeluarkan," kata Novie, dalam sebuah konferensi pers, Kamis, 23 April 2020.

    Ia mengatakan ketentuan mengenai refund telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan nomor 185 tahun 2015 tentang standar pelayanan penumpang kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri.

    Dalam pasal 10 ayat tiga dikatakan penumpang dapat meminta pengembalian biaya jasa angkutan udara (refund ticket) dalam hal terjadi force-majeur sebesar harga tiket yang dibeli oleh penumpang. Adapun batas waktu prosedur pembatalan tiket dan jangka waktu pengembalian uang tiket diatur dalam pasal 5.

    Pada pasal 5a dikatakan pengembalian uang tiket kepada penumpang dari pembelian tiket secara tunai wajib dilakukan selambat-lambatnya 15 hari kerja sejak pengajuan. Kemudian dalam pasal 5b diatur bahwa pengembalian uang tiket kepada penumpang dari pembelian tiket dengan kartu kredit atau debit wajib dilakukan selambat-lambatnya 30 hari kerja sejak pengajuan.

    Lebih jauh, Novie mengatakan, kendati refund merupakan urusan business to business (BtoB) antara maskapai dan penumpang, namun pihaknya akan tetap mengawasi pelaksanaan tersebut. Sebelumnya Kemenhub memutuskan menghentikan sementara layanan transportasi udara. Pesawat komersil dilarang terbang mulai 21 April hingga 1 Juni 2020.

    Larangan tersebut berlaku untuk seluruh perjalanan baik rute domestik maupun luar negeri. Kebijakan tersebut diputuskan sebagai upaya pemerintah dalam membatasi pergerakan manusia demi mencegah penularan wabah covid-19 lebih luas.

    "Larangan perjalanan dalam negeri dan luar negeri transportasi udara berjadwal maupun carter (mulai) 24 April-1 Juni 2020," pungkas Novie.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id