Pelaku Industri Minta Pemerintah Atur Importasi Pakaian Jadi

    Antara - 18 Agustus 2020 20:43 WIB
     Pelaku Industri Minta Pemerintah Atur Importasi Pakaian Jadi
    Impor Tekstil. Foto : AFP.
    Jakarta: Pelaku industri tekstil dan produk tekstil (TPT)melalui Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) meminta pemerintah memberlakukan beberapa aturan untuk mendukung keberlangsungan industri TPT di dalam negeri, salah satunya yakni aturan tentang importasi pakaian jadi.

    "API meminta pemerintah membantu usaha pelaku industri TPT. Pertama adalah dengan membuatkan aturan yang mengatur importasi pakaian jadi di Indonesia," kata Ketua API Jemmy Kartiwa Sastraatmaja, dikutip dari Antara, Selasa, 18 Agustus 2020.

    Selanjutnya, pemberian bantuan yang bersifat cepat untuk menggerakkan TPT berupa subsidi listrik selama satu tahun. Kemudian, bantuan berupa tambahan modal kerja dan subsidi bunga bagi industri TPT, terutama yang berstatus collect 1 sebelum covid-19.

    "Terakhir, aturan berupa subsidi tarif listrik sebesar 25 persen atau pemberian diskon tarif listrik pada pukul 22.00-06.00," tuturnya.

    Jemmy menjelaskan nilai ekspor pada Maret 2020 anjlok 60 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya sehingga berimbas pada sekitar 2,1 juta tenaga kerja yang dirumahkan, akibat melemahnya daya beli masyarakat.

    Menurut Jemmy, pelonggaran Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tidak serta merta membuat industri tekstil kembali hidup. Sebab banyak pengusaha yang kehabisan modal untuk membayar upah selama masa PSBB dan pembayaran cicilan serta bunga bank.

    Hal tersebut disampaikan Jemmy pada Forum Group Discussion bertajuk Upaya Pemulihan Ekonomi dan Industri Tekstil di Indonesia.

    Menanggapi hal itu, Ketua Umum Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) Sunarso mengatakan bila permasalahan utama yang dihadapi oleh pengusaha tekstil adalah menurunnya permintaan dan margin yang tipis karena harga bahan baku yang tinggi, maka yang perlu dilakukan adalah penguatan permintaan lewat konsumsi dalam negeri dan membatasi impor bahan jadi.

    "Dengan membatasi impor garmen, maka akan mendorong industri lokal untuk menguasai pasar TPT di dalam negeri," ujar Sunarso.

    Saat ini, lanjut Sunarno, yang dibutuhkan dan perlu dilakukan terkait pemulihan ekonomi adalah memperkuat permintaan dalam negeri dengan menjaga konsumsi dalam negeri.

    "Karenanya barang-barang yang sebenarnya menyerap tenaga kerja itu importasinya benar-benar dibatasi. Bila perlu pemerintah belanja seragam untuk ASN dan BUMN," jelasnya.


    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id