Menteri BUMN: Industri 4.0 Lenyapkan 26 Juta Lapangan Kerja

    Suci Sedya Utami - 16 Agustus 2020 22:53 WIB
    Menteri BUMN: Industri 4.0 Lenyapkan 26 Juta Lapangan Kerja
    Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: dok Kementerian BUMN.
    Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan dengan kehadiran industri 4.0 akan menghilangkan jutaan lapangan pekerjaan. Namun di sisi lain revolusi industri tersebut juga dapat menciptakan lapangan kerja baru.

    "Dengan industri 4.0 kita akan kehilangan 26 juta pekerjaan, tapi kalau kita bisa menyiasati mungkin ada 43 juta-48 juta pekerjaan baru," kata Erick dalam virtual talkshow bertema How SOE's Boost Creative SME's, Minggu, 16 Agustus 2020.

    Oleh karenanya untuk mencoba mengatasi lapangan kerja yang terdilusi dan mengambil peluang dari lapangan kerja baru, maka pemerintah membuat program prakerja yang dikhususkan untuk para korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan pekerja informal. Penerima bantuan program tersebut tidak hanya menerima dalam bentuk uang tunai (cash), namun juga dibantu untuk meningkatkan kualitas kemampuannya (upgrading skill).

    Erick mengatakan upgrading skill sangat penting dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Erick berharap dengan program para pekerja yang terkena PHK dan pekerja informal bisa melakukan upgrading skill mereka. Sebagai contoh pekerja informal yang sebelumnya hanya bisa main gitar, dengan adanya upgrading skill dia ikut les atau kursus menyanyi. Sehingga kemampuannya menjadi lengkap dalam bermusik.

    "Akhirnya bisa main gitar dan nyanyi, jadi Iwan Fals baru kan. Kalau gitaran saja kan enggak upgrading. Hal-hal seperti ini kita harapkan adanya industri 4.0 ini adanya kenaikan (kemampuan)," jelas Erick.

    Saat ini program prakerja telah memasuki pendaftaran gelombang V. Pada gelombang I hingga III tercatat sekitar 680 ribu pesarta kartu prakerja. Pada gelombang ke IV yang telah ditutup pendaftarannya pada Rabu lalu tercatat jumlah pendaftar mencapai 1,2 juta orang dari kuota 800 ribu orang.

    Sedangkan gelombang kelima telah dibuka Sabtu kemarin.  Peserta yang gagal pada gelombang sebelumnya dapat kembali mendaftarkan diri di gelombang ke V. Adapun para peserta yang sudah diterima di gelombang-gelombang sebelumnya diwajibkan untuk menyelesaikan satu pelatihan agar bisa mendapatkan insentif sebesar Rp600 ribu per bulan selama empat bulan.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id