Relaksasi PSBB, Pengusaha dan Pemerintah Harus Seirama

    Ilham wibowo - 14 Mei 2020 09:29 WIB
    Relaksasi PSBB, Pengusaha dan Pemerintah Harus Seirama
    Pemerintah berencana melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Juni mendatang. Foto: Dok.MI
    Jakarta: Pemerintah menyiapkan skenario pemulihan ekonomi mulai Juni 2020 untuk mendorong sektor industri kembali bergerak. Relaksasi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah zona hijau covid-19 rencananya akan dilakukan secara bertahap.

    Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sanny Iskandar mengatakan bahwa dalam relaksasi PSBB diperlukan protokol kesehatan baru agar tetap bisa menekan jumlah penularan covid-19. Standar prosedur operasional di kawasan industri perlu menjadi tanggung jawab bersama baik pemerintah, pengusaha, dan tenaga kerja.

    "Pemerintah yang memberikan arahan dan protokol tetapi masyarakat harus juga kooperatif dan mematuhinya, tidak semata-mata dari sisi pemerintah, semuanya harus satu irama," kata Sanny kepada Medcom.id, Kamis, 14 Mei 2020.

    Sanny menyebut kalangan pengusaha menanggapi positif langkah pemerintah yang menyiapkan skenario pemulihan ekonomi sedari dini. Hal ini penting agar dunia usaha bisa menerapkan rencana kontigensi baru untuk ikut memperbaiki catatan pertumbuhan ekonomi nasional.

    "Secara garis besar semua sektor kegiatan industri memang harus melakukan kegiatan exit strategy, dalam arti keluar dari situasi yang sementara ini, yang membuat praktis kegiatan di sektor dunia usaha dan juga sosial masyarakat sebagian besar berhenti," paparnya.

    Menurut Sanny, para pengembang atau pengelola kawasan industri juga berkomitmen mendukung upaya pemerintah mengatasi wabah penyakit covid-19. Aktivitas manufaktur di zona hijau diharapkan bisa berjalan dengan pengaturan teknis kesehatan yang ditetapkan dan tetap menjunjung kaidah keselamatan bagi semua pihak.

    "Tentunya sekali lagi tanpa mengabaikan protokol kesehatan yang memang masih tetap dijalankan. Masing-masing daerah akan berbeda beda karena situasi perkembangan covid-19 ini dan ada kearifan dari kepala daerah menyesuaikan bagaimana exit strategy tersebut dikaitkan dengan situasi covid-19," paparnya.

    Sebelumnya, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas brencana menerapkan pemulihan ekonomi dari pandemi virus korona (covid-19). Pemulihan secara bertahap akan dilakukan dengan relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai awal Juni.

    "Ada gagasan untuk relaksasi PSBB mulai dari daerah-daerah yang telah menunjukkan kasus sangat kecil penambahannya," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam Rakorbangpus secara virtual di Jakarta, Selasa, 12 Mei 2020.

    Dalam rencana tersebut, prioritas pemulihan ekonomi dilakukan melalui opsi relaksasi PSBB bertahap di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Sementara untuk wilayah Jawa Timur, Yogyakarta, dan luar Jawa menunggu kurva menurun.

    "Relaksasi kita berikan sektor tertentu secara bertahap. Tapi yang penting social distancing, menggunakan masker dan tes covid-19 yang berulang kali disampaikan tes massal harus dilakukan," jelas dia.

    Meski begitu, Suharso menjelaskan kebijakan yang diambil di daerah tertentu tidak bisa diterapkan pada daerah lainnya. Karena setiap daerah bergantung pada kondisi dan waktu penyebaran virus.

    Secara umum kecepatan pemulihan ekonomi tergantung pada kombinasi yang pas antara kebijakan pemutusan sebaran virus dan kebijakan ekonomi. Jika semakin rendah sebaran covid-19, maka proses pemulihan ekonomi bisa cepat dilakukan.

    "Lebih bagus lagi, yakni bisa berusaha melakukan penekanan terhadap penambahan laju orang terkena, jadi sukses kebijakan pemutusan sebaran virus. Dan pada saat bersama kita punya upaya untuk memulihkan ekonomi nasional," pungkasnya. 



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id