Kapasitas Penumpang Pesawat Dinaikkan Bertahap hingga Penuh

    Husen Miftahudin - 11 Juni 2020 12:27 WIB
    Kapasitas Penumpang Pesawat Dinaikkan Bertahap hingga Penuh
    Ilustrasi. Foto: Antara/Fauzan
    Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan meningkatkan kapasitas penumpang pesawat udara secara bertahap hingga 100 persen dengan pengaturan protokol kesehatan yang lebih ketat, baik di bandara keberangkatan dan juga kedatangan serta saat di dalam kabin pesawat.

    Saat ini, kapasitas penumpang penerbangan niaga berjadwal diatur maksimal 70 persen.

    Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto mengatakan penerapan penambahan kapasitas penumpang pesawat udara ditetapkan pada Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 41 Tahun 2020 dan Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor 13 Tahun 2020 tentang Operasional Transportasi Udara Dalam Masa Kegiatan Masyarakat Produktif dan Aman Dari Covid-19 mengacu kepada ketentuan yang ditetapkan oleh organisasi penerbangan internasional ICAO, EASA, CASA, CAA serta otoritas penerbangan internasional lainnya.

    "Kami memastikan seluruh ketentuan berdasarkan standar yang ditetapkan oleh Organisasi Penerbangan Internasional, ICAO, yang juga diterapkan oleh banyak negara. Melalui Surat Edaran Dirjen 13/2020 sangatlah jelas mengatur penerapan standar operasional prosedur, baik di bandara maupun pesawat udara," ujar Novie dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Kamis, 11 Juni 2020.

    Namun Novie menyebut saat ini Kemenhub belum akan menambah kapasitas penumpang pesawat karena masih fokus pada keamanan optimal operasional pesawat. Upaya ini dilakukan untuk mencegah penularan covid-19 di dalam pesawat dengan meningkatkan proteksi di dalam pesawat, standar prosedur penanganan penumpang, serta pelatihan personel penerbangan dalam penanganan covid-19 sehingga secara bertahap peningkatan load factor dapat dilakukan.

    Selain itu, Kemenhub juga berupaya untuk menerapkan keamanan optimal dengan disiplin protokol pada angkutan udara secara ketat. Sehingga, penumpang yang berada di dalam pesawat udara tetap aman dalam melakukan penerbangan.

    "Untuk tetap menjamin keamanan di dalam pesawat udara kami juga telah membuat ketentuan atas ruang isolasi atau karantina di dalam pesawat. Hal ini dilakukan untuk memberikan pelayanan keamanan kepada penumpang dengan gejala covid-19 ketika on board, yaitu dengan menyediakan tiga baris kursi kosong di belakang pesawat dengan mekanisme khusus," jelas Novie.

    Novie mengungkapkan sistem filtrasi udara dan teknologi sirkulasi udara di pesawat sangat aman, sehingga dapat meminimalisir penularan covid-19 dengan menggunakan teknologi filtrasi High Efficiency Particulate Air (HEPA) di dalam pesawat.

    Sistem filtrasi dan sirkulasi udara di kabin dirancang untuk meminimalisir penyebaran bakteri maupun virus hingga ukuran yang sangat kecil. Pada pesawat pabrikan Airbus, proses sirkulasi udara di dalam kabin diperbaharui setiap dua hingga tiga menit menggunakan HEPA.

    Sementara pesawat pabrikan Boeing, sirkulasi udara menggunakan HEPA menghasilkan 50 persen udara hasil sirkulasi dan 50 persen udara segar luar yang difiltrasi dalam kabin. Pada pesawat jenis ATR, meskipun tidak menggunakan HEPA, sistem udara pada pesawat jenis ini tetap terjamin dengan mekanisme dua buah Environment Control System (ECS) packs operative, udara di kabin pesawat diperbaharui setiap lima hingga tujuh menit.

    Adapun lebih dari 85 persen pesawat penumpang di Indonesia merupakan pesawat yang dilengkapi dengan sistem sirkulasi udara HEPA. Dengan adanya pembatasan interaksi dan pembatas antarbaris, hal ini dipandang dapat mengurangi risiko penularan covid-19 saat berada di dalam pesawat.

    "Meski begitu, kami tetap akan mempelajari dan akan melakukan pembaruan ketentuan kapasitas secara bertahap, juga sesuai dengan ketentuan aturan internasional," tutup Novie.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id