BI Proyeksikan Ekonomi Bali 2022 Tumbuh di Atas 6%

    Antara - 14 Januari 2022 23:33 WIB
    BI Proyeksikan Ekonomi Bali 2022 Tumbuh di Atas 6%
    EKonomi Bali. Foto : Mi/Ramdani.



    Denpasar: Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali memproyeksikan ekonomi di Pulau Dewata pada 2022 bisa tumbuh di atas enam  persen.

    "Pemulihan ekonomi Bali akan berlanjut di 2022 dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5,4-6,2 persen (yoy)," kata Kepala KPwBI Provinsi Bali Trisno Nugroho, dikutip dari Antara, Jumat, 14 Januari 2022.

     



    Trisno menambahkan mobilitas masyarakat hingga Desember 2021 telah menunjukkan perbaikan seiring dengan membaiknya level PPKM. Indikator sektor pariwisata pada triwulan IV-2021 juga menunjukkan peningkatan jumlah wisatawan Nusantara.

    "Kinerja konsumsi swasta pada periode yang sama juga mengalami pertumbuhan positif yang tercermin dari peningkatan hasil survei konsumen, survei perdagangan eceran, kredit konsumsi, dan konsumsi listrik rumah tangga," ucapnya.

    Berkaca dari data-data tersebut, pihaknya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali pada triwulan IV 2021 mencapai 2,1-2,9 persen (yoy) dan sepanjang 2021 sebesar -2,2 hingga -1,4 persen (yoy).

    Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tersebut, Trisno melihat ada sejumlah tantangan jangka pendek dan jangka panjang. Tantangan jangka pendek karena kasus COVID-19 dunia dan kunjungan wisatawan Nusantara yang masih terbatas.

    Dalam jangka panjang, terdapat tantangan berupa ketergantungan tinggi pada sektor pariwisata dan pariwisata Bali yang belum sepenuhnya pariwisata yang berkualitas.

    Oleh karenanya, rekomendasi jangka pendek diberikan untuk fokus pada wisatawan Nusantara, program Bekerja dari Bali, implementasi CHSE, serta digitalisasi dan onboarding UMKM. Dalam jangka panjang, Bali dinilai perlu melakukan diversifikasi ekonomi dan pariwisata yang berkualitas.

    Sebelumnya, Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menyampaikan Bali perlu meningkatkan daya tahan terhadap penyakit, daya tahan terhadap tekanan ekonomi, serta meningkatkan daya saing.

    "Dalam kaitannya dengan meningkatkan daya tahan terhadap penyakit, Bali telah mencapai vaksinasi di atas 100 persen untuk dosis pertama dan di atas 90 persen untuk dosis kedua," ujarnya dalam acara bertajuk Silaturahim Industri Perbankan dan Outlook Ekonomi Bali 2022 itu.

    Dari sisi daya tahan terhadap tekanan ekonomi, Bali perlu melakukan diversifikasi sektor ekonomi dengan tidak hanya bertumpu pada industri pariwisata saja. Sementara untuk meningkatkan daya saing, Bali perlu membangun pariwisata berkelanjutan

    "Para Wali Kota dan Bupati di Bali perlu melibatkan asosiasi dalam mengeluarkan izin pembangunan hotel guna menyeimbangkan jumlah permintaan dan penawaran," ucap pria yang biasa disapa Cok Ace itu.

    Ia pun meminta dukungan perbankan melalui kemudahan pembiayaan dan restrukturisasi kredit bagi pelaku usaha di Bali, terlebih banyak pelaku usaha yang terjebak dengan pinjaman irasional.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id