comscore

Realisasi Investasi Kuartal III-2021 Naik, Begini Perkiraan di Kuartal I-2022

Husen Miftahudin - 14 Januari 2022 14:38 WIB
Realisasi Investasi Kuartal III-2021 Naik, Begini Perkiraan di Kuartal I-2022
Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyampaikan realisasi investasi pada kuartal IV-2021 menunjukkan peningkatan dan berada pada fase ekspansi dengan nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 4,89 persen, meningkat dari SBT minus 1,74 persen pada kuartal sebelumnya.

"Meskipun demikian, kenaikan realisasi investasi kuartal IV-2021 ini belum setinggi SBT 9,89 persen pada kuartal IV-2019 sebelum masa pandemi covid-19," ungkap hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) kuartal IV-2021, dikutip Jumat, 14 Januari 2022.
Berdasarkan sektor ekonomi, peningkatan realisasi kegiatan investasi pada bulan laporan tersebut terindikasi terjadi pada sektor Pertambangan dan Penggalian dengan SBT 4,49 persen. Ini didorong investasi yang dilakukan pada subsektor migas berupa peralatan/mesin penunjang produksi dan sektor Industri Pengolahan dengan SBT 0,32 persen.

Kuartal I-2022


Pada kuartal I-2022, Bank Indonesia memprakirakan investasi akan kembali mengalami peningkatan dengan SBT sebesar 6,85 persen. Peningkatan terjadi pada Sektor Industri Pengolahan dengan SBT 1,18 persen dan sektor Pertambangan dengan SBT 4,44 persen, yang terpantau tetap tinggi sejalan dengan investasi yang masih dilakukan pada subsektor migas.

Secara semesteran, hasil SKDU menunjukkan jumlah pelaku usaha yang melakukan kegiatan investasi pada semester II-2021 lebih tinggi  dibandingkan jumlah pada semester I-2021. Persentase responden SKDU yang menyatakan melakukan kegiatan investasi pada semester II-2021 tercatat sebesar 19,17 persen, lebih tinggi dibandingkan semester sebelumnya yang mencapai 17,01 persen.

"Dari sisi nilai investasi, hasil SKDU mengindikasikan peningkatan nilai yang cukup signifikan dari Saldo Bersih nilai investasi pada semester II-2021 sebesar 43,80 persen, lebih tinggi dari 37,48 persen pada semester I-2021," urai Bank Indonesia.

Berdasarkan bentuknya, responden yang melakukan investasi pada semester II-2021 merealisasikannya dalam bentuk mesin (30,83 persen), bangunan/pabrik (24,83 persen), dan alat angkut/transportasi (16,67 persen). Sebagian besar responden menyatakan investasi yang dilakukan oleh perusahaan dalam bentuk investasi baru (41,91 persen) dan kombinasi antara investasi baru dan penggantian (37,81 persen).

Pada semester I-2022, responden yang menyampaikan rencana untuk melakukan investasi sebesar 2,06 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan semester II-2021.

"Responden cenderung masih wait and see terhadap perencanaan sejumlah kegiatan investasi, antara lain karena pertimbangan potensi meningkatnya kembali pandemi covid-19 (tercatat pada faktor lainnya, 26,67 persen) serta masalah perizinan (19,08 persen)," tutup survei Bank Indonesia.

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id