comscore

PGN Mulai Gasifikasi 33 PLTD di Timur Indonesia

Annisa ayu artanti - 19 Januari 2022 07:23 WIB
PGN Mulai Gasifikasi 33 PLTD di Timur Indonesia
Ilustrasi. FOTO: MI/Galih Pradipa
Jakarta: Subholding Gas Pertamina, PT PGN Tbk mulai melakukan konversi pada bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang semula BBM menjadi gas bumi di 33 titik di timur Indonesia.

Direktur Utama PGN Haryo Yunianto menyebutkan, PGN memiliki penugasan melakukan konversi bahan bakar pada PLTD di 52 titik. Namun untuk 33 titik PLTD ditargetkan beroperasi pertengahan 2024.
"Sesuai penugasan dari Pertamina kami harus menyelesaikan proses pelaksanaan gasifikasi totalnya 52 titik tapi kami mulai 33 titik," kata Haryo, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR-RI, Selasa, 18 Januari 2022.

Haryo menjelaskan, upaya yang dilakukan PGN dalam mempercepat proses konversi adalah dengan mempercepat proses lelang barang. "Kami laporkan akhir Januari ini kami sudah melakukan proses lelang supaya percepatan yang kita lakukan dari keterlambatan dua tahun bisa kita kejar," ungkapnya.

Lebih lanjut, terkait dengan gasifikasi PLTD, PGN juga akan memasok gas untuk kebutuhan pembangkit listrik fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) milik BUMN Holding Industri Pertambangan, MIND ID.

PGN telah menandatangani nota kesepahaman (Head of Agreement/HoA) dengan MIND ID, untuk menjadi mitra pemanfaatan dan pengembangan infrastruktur gas pada seluruh smelter Grup MIND ID.

"MIND ID sebagai partner layanan gas dan infrastruktur MIND ID dan seluruh anak usahanya," ucapnya.

Menurut Haryo, salah satu pembangkit listrik yang akan menggunakan gas pasokan gas PGN terletak di Halmahera Timur. Dengan begitu pembangkit listrik yang sebelumnya menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) juga dikonversi menjadi menggunakan gas.

"Salah satu upaya kami sampai Agustus nanti smelter yang ada di Halmahera Timur, pembangkit yang kami siapkan sementara ini menggunakan dual fuel BBM dan gas," paparnya.

Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto mendorong perluasan penggunaan gas bumi supaya bisa cepat. Sebab gas merupakan energi fosil yang ramah lingkungan dan diharapkan bisa menekan emisi.

"Itu sebuah langkah salah satu menurunkan emisi, prinsipnya fosil kita pakai. Maka dari itu gas harus," pungkas Sugeng.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id